Yusril Janji Sampaikan Aspirasi BEM SI ke Prabowo
Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:29 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan evaluasi kebijakan. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra seusai melakukan dialog dengan perwakilan mahasiswa.
Yusril mengatakan pemerintah memandang kritik sebagai bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, ruang penyampaian pendapat tetap dijamin selama dilakukan secara bertanggung jawab dan didasarkan pada argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Yusril, hasil audiensi dengan BEM SI akan dirangkum dalam laporan resmi yang nantinya disampaikan kepada Presiden. Ia menilai komunikasi langsung antara pemerintah dan mahasiswa penting untuk memastikan setiap masukan publik dapat dipahami secara utuh sebelum menjadi bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama. Aspirasi itu mencakup permintaan agar pemerintah menekan pemborosan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), menstabilkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), mengevaluasi sejumlah program prioritas pemerintah, menghentikan praktik militerisasi di ruang sipil, serta mendorong adanya pengakuan terhadap berbagai kekurangan dalam pelaksanaan kebijakan negara.
Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus dalam dialog itu adalah program makan bergizi gratis (MBG). Yusril meminta penjelasan langsung kepada mahasiswa mengenai substansi tuntutan yang mereka sampaikan, terutama apakah yang dimaksud adalah penghentian program secara keseluruhan atau perbaikan dalam pelaksanaannya.
Dari hasil pembahasan, mahasiswa menjelaskan yang mereka soroti bukan keberadaan program tersebut, melainkan tata kelolanya. BEM SI menilai manfaat MBG telah dirasakan masyarakat, tetapi masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi agar pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran.
Menanggapi hal itu, Yusril menegaskan pemerintah terbuka terhadap berbagai usulan penyempurnaan. Ia menjelaskan MBG merupakan program strategis yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah melalui keterlibatan petani, nelayan, peternak, hingga pelaku usaha penyedia bahan pangan.
Karena itu, menurut Yusril, setiap masukan yang bertujuan memperbaiki pelaksanaan program akan menjadi perhatian pemerintah. Ia meyakini evaluasi dan penyempurnaan kebijakan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan.
"Pemerintah tentu akan memberikan perhatian terhadap berbagai masukan yang bertujuan memperbaiki tata kelola program agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat," ujar Yusril dilansir dari Antara, Sabtu (20/6/2026).
Lebih lanjut, Yusril menegaskan bahwa pemerintah tidak antikritik dan tetap menjamin kebebasan berpendapat. Ia menilai mahasiswa memiliki peran penting sebagai kelompok intelektual yang mampu memberikan perspektif kritis terhadap berbagai kebijakan publik.
Di sisi lain, perwakilan mahasiswa menyambut positif kesempatan berdialog secara langsung dengan pemerintah. Mereka berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat diteruskan kepada Presiden dan menjadi bahan evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai masih menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Audiensi tersebut digelar sebagai tindak lanjut atas tuntutan yang sebelumnya disuarakan BEM SI dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu. Selain membahas berbagai isu nasional, pertemuan itu juga menjadi forum klarifikasi mengenai sejumlah program pemerintah yang menjadi perhatian mahasiswa.
Dialog tersebut ditutup dengan kesepahaman bahwa komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan mahasiswa perlu terus dijaga. Pemerintah menilai kritik konstruktif dapat menjadi masukan berharga dalam perumusan kebijakan, sementara mahasiswa berharap ruang partisipasi publik tetap terbuka dalam proses pembangunan nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini




