Politisi PDIP Nilai Ekspektasi Demokrat Berlebihan
Rabu, 25 Juli 2018 | 15:25 WIB
Jakarta - Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menilai hambatan Partai Demokrat untuk bergabung dengan koalisi Joko Widodo (Jokowi) disebabkan oleh kendala di internal Partai Demokrat itu sendiri. Ekspektasi Demokrat dalam Pemilu Presiden 2019 dinilai berlebihan.
"Menurut penilaian kami, lebih banyak kendala internal Demokrat sendiri karena konsekuensi dari Pileg dengan Pilpres," ujar Hendrawan di Gedung DPR, Rabu (25/7).
Bersamaan dengan itu juga ada psikologi politik yang dialami Demokrat, yakni tentang kesan bahwa partai yang tidak mengusung bakal calon presiden maupun wakil presiden akan seperti dirugikan karena "tidak ada barang yang dijual". Padahal, katanya, hal tersebut merupakan suatu konsekuensi.
Sebab jika dibandingkan dengan zaman dulu, katanya, penentuan calon presiden (capres) ditentukan dengan perolehan kursi di Pileg. Hal tersebut berbeda dengan kondisi saat ini yang antara pemilihan presiden dan pemilihan legislatifnya dilaksanakan dan kampanye bersamaan.
"Itu sebabnya ada psikologi politik kalau partai poltik yang ukurannya sudah menengah. Kalau kecil tidak masalah, lebih lincah. Tetapi kalau sudah ukurannya menengah seperti Demokrat, Gerindra kalau dia tidak mengusung calon itu, oleh mereka dipersepsikan merugikan perolehan kursi legislatif," katanya.
Partai Demokrat, katanya, dinilainya berada dalam ekspektasi yang berlebihan sehingga hal tersebut menjadi nyata mengingat Demokrat pernah menjadi partai terbesar atau ada sedimentasi emosional.
"Nah ini yang disebut kendala, ya kendala dalam berkomunikasi, dengan koalisi yang dibangun Jokowi. Itu kendalanya kendala internal lebih banyak dibanding kendala eksternal," katanya.
Oleh karena itu, ia selalu mengimbau kepada partai yang ingin merapat ke koalisi Jokowi agar jangan kalkulatif dan transaksional. Komitmen dan niat tulus, katanya, harus diutamakan, baru kemudian akan bergerak pelan-pelan menemukan arti kepercayaan, kepedulian sesama, dan beberapa hal lainnya.
Seperti diketahui, dalam pertemuan antara Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto pada Rabu (25/7), SBY menyampaikan bahwa pihaknya kesulitan untuk bergabung dengan koalisi Jokowi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




