ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bangsa yang Besar ...

Selasa, 3 Agustus 2010 | 06:00 WIB
TB
B
Penulis: Tim Beritasatu.com | Editor: B1
Ilustrasi
Ilustrasi (Beritasatu.com)

Apa pun alasan Irjen Polisi Herman Effendi mengundurkan diri dari Satgas Antimafia Hukum, ini mencerminkan tidak satunya kata dan tindakan antara Satgas dan kepolisian.

Memberantas korupsi memerlukan kerja sama yang kompak. Kita cemas, adakah pemberantasan korupsi di negara ini akan menemui ujung seperti di Italia.
 
Presiden Italia bukan hanya mengerdilkan Mani Pulite –gerakan Tangan Bersih para jaksa militan – melainkan juga membebaskan para koruptor dari tuduhan dan mengembalikan mereka ke posisi semula.
 
Kita tak mimpi untuk menjadi Singapura, Denmark, atau Swedia yang kecil sekali tingkat korupsinya menurut Transparansi Internasional. Mungkin kita hanya perlu mencontoh Thailand.
 
Di Thailand, kerja sama antarlembaga berjalan erat.
 
NCCC, Komisi Antikorupsi Nasional, dan AMLO, Kantor Antipencucian Uang, ditambah DSI, Departemen Investigasi Khusus menyelamatkan bermiliar bath uang negara.
 
Di Thailand, NCCC memiliki wewenang menyidik dan menahan serta mengusulkan pemecatan pejabat negara serta politisi yang korup.
 
Sedangkan AMLO, sebagai subsistem dari NCCC, lebih memfokuskan kegiatannya pada pencucian uang dari perdagangan narkoba.
 
Soalnya, di Thailand uang panas disinyalir digunakan untuk apa saja. Dari menyuap pejabat sampai untuk menggerakkan demonstrasi massa menentang pemerintah.
 
Tentu saja, NCCC, AMLO, dan DSI bisa bergerak karena dijamin oleh Undang-Undang.
 
Dengan demikian, ketika polisi terhalang oleh undang-undang kerahasiaan bank, ketiga lembaga tersebut bisa menyelinap di antara pasal-pasal kerahasiaan bank.
 
Tidakkah lalu orang Thailand merasa tidak aman menyimpan uangnya di bank-bank Thailand? Ternyata tidak. Yang merasa tidak aman hanyalah para koruptor.
 
Polisi Thailand pun tak mempersoalkan wewenang NCCC dan AMLO. Ini juga karena masyarakat memberikan dukungan penuh. Dan masyarakat memberikan dukungan karena strategi NCCC.
 
Pada suatu ketika, ketika NCCC belum popular, lembaga ini melakukan gerakan yang dinamakan "tangkap dulu ikan besar". Segera, rakyat memberikan dukungan.
 
Tapi para pejabat di NCC, AMLO, dan DSI terpilih dan tersaring integritasnya, kata Anda. Kalau Thailand bisa melakukan itu, lalu membangun monorail dan kereta bawah tanah, Indonesia pun bisa.
 
Korupsi adalah tindakan kompleks, melibatkan banyak pelaku dan banyak hal –pelaksana, penyedia fasilitas, undang-undang, antara lain.
 
Memberantasnya karena itu pun membutuhkan kolaborasi lintasbatas untuk mengawasi transaksi keuangan, kemungkinan pencucian uang, memagari para pejabat dengan sistem yang ketat, sampai soal pengadilan yang bersih.
 
Dengan sederhana, diperlukan kerjasama di antara mereka yang sepakat memberantas korupsi dengan serius. Adalah bangsa yang besar yang bisa memberantas korupsi.. 


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon