ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jokowi: Indonesia Harus Jadi Contoh Praktik Pengelolaan Wakaf yang Transparan

Senin, 25 Januari 2021 | 11:21 WIB
LT
BW
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: BW
Acara peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan peresmian brand Ekonomi Syariah Tahun 2021 oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin, 25 Januari 2021
Acara peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan peresmian brand Ekonomi Syariah Tahun 2021 oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin, 25 Januari 2021 (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widod (Jokowi) mengatakan, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, sudah saatnya memberikan contoh praktik pengelolaan wakaf yang transparan, profesional, dan kredibel.

"Juga yang bisa dipercaya dan memiliki dampak yang produktif bagi kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi umat Islam," kata Jokowi dalam acara Peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Peresmian Brand Ekonomi Syariah tahun 2021 di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (25/1/2021).

Serta, lanjutnya, sekaligus dapat memberikan pengaruh signifikan pada upaya menggerakkan ekonomi nasional, khususnya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Presiden, ekonomi syariah masih memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Pengembangan ekonomi syariah tidak hanya dijalankan oleh negara dengan mayoritas penduduk Muslim, tetapi juga negara-negara lain seperti Jepang, Thailand, Inggris, dan Amerika Serikat juga mengembangkannya.

ADVERTISEMENT

"Kita harus menangkap peluang ini dengan mendorong percepatan, mendorong akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Kita harus mempersiapkan diri sebagai pusat rujukan ekonomi syariah global," ujar Jokowi.

Jokowi mengingatkan, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum menjadi Indonesia menjadi pusat rujukan ekonomi syariah global. Di antaranya adalah, indek literasi ekonomi syariah Indonesia masih rendah, 16,2%.

"Ini masih rendah. Masih banyak ruang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, masih banyak peluang untuk dapat dioptimalkan," terang Jokowi.

Selain itu, pemerintah harus terus menara rantai nilai halal pada sektor riil yang mendukung UMKM, termasuk ekonomi kreatif. Kemudian, perlu memperkuat industri keuangan syariah dengan membangun satu bank syariah terbesar di Indonesia.

"Kita sudah targetkan nanti insyaallah bulan Februari ini bisa diselesaikan. Kita mengembangkan bank wakaf mikro di berbagai tempat dan memperkuat lembaga badan zakat, infaq, sedekah dan wakaf untuk mendukung pemberdayaan ekonomi umat," jelas Jokowi.

Dalam rangkaian ikhtiar besar ini, Jokowi menyambut baik peresmian brand ekonomi syariah. Menurutnya, hal ini sangat penting untuk meningkatkan awareness masyarakat sebagai dukungan atas seluruh kegiatan ekonomi syariah Indonesia. Juga menyatukan gerakan meningkatkan nilai tambah ekonomi syariah di negara Indonesia.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wamentan Sudaryono Temui Jokowi Bahas Pertanian Indonesia

Wamentan Sudaryono Temui Jokowi Bahas Pertanian Indonesia

EKONOMI
Terima Kunjungan 3 Co-Founder Sungai Watch, Jokowi Dapat Kado Ini

Terima Kunjungan 3 Co-Founder Sungai Watch, Jokowi Dapat Kado Ini

JAWA TENGAH
Kritik JK Soal Jokowi, Golkar: Tokoh Senior Harus Bijak

Kritik JK Soal Jokowi, Golkar: Tokoh Senior Harus Bijak

NASIONAL
SP3 Rismon Terbit, Jokowi: Artinya Sudah Clear

SP3 Rismon Terbit, Jokowi: Artinya Sudah Clear

NASIONAL
Dituding Danai Kasus Ijazah Palsu, Jokowi: Logikanya Terbalik

Dituding Danai Kasus Ijazah Palsu, Jokowi: Logikanya Terbalik

NASIONAL
JK Laporkan Rismon ke Bareskrim Polri, Begini Tanggapan Jokowi

JK Laporkan Rismon ke Bareskrim Polri, Begini Tanggapan Jokowi

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon