ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Badiklat Kejaksaan Uji Coba Penggunaan Virtual Reality untuk Persidangan

Senin, 1 Februari 2021 | 06:01 WIB
YS
FB
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: FMB
Uji coba perangkat VR untuk simulasi sidang dilaksanakan langsung Kepala Badiklat Kejaksaan, Tony Tribagus Spontana, di Badiklat Kejaksaan, Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu 31 Januari 2021.
Uji coba perangkat VR untuk simulasi sidang dilaksanakan langsung Kepala Badiklat Kejaksaan, Tony Tribagus Spontana, di Badiklat Kejaksaan, Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu 31 Januari 2021. (Ist)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan mengembangkan penggunaan perangkat virtual reality (VR) dalam proses belajar dan mengajar Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ), khususnya dalam proses pembelajaran praktik sidang atau simulasi sidang pengadilan.

Uji coba perangkat VR untuk simulasi sidang dilaksanakan langsung Kepala Badiklat Kejaksaan, Tony Tribagus Spontana, di Badiklat Kejaksaan, Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu (31/1/2021).

Dalam uji coba, Kepala Badiklat Kejaksaan yang bertindak sebagai Ketua Majelis Hakim duduk di deretan kursi hakim dengan kedua mata tertutup kacamata VR. Seperti diketahui, perangkat ini biasanya digunakan untuk main game online.

Masing-masing tangannya, Ketua Majelis Hakim juga memegang perangkat berwarna gelap yang terhubung dengan kacamata VR melalui seutas kabel. "Sidang dalam perkara perbuatan tidak menyenangkan saya buka dan dibuka untuk umum," kata Tony Tribagus Spontana.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya tangan kanannya bergerak naik turun sebanyak tiga kali yang diiringi bunyi meja diketuk, "tok, tok, tok". Meskipun terdengar bunyi meja diketuk, namun Kepala Badiklat sebenarnya tidak memegang palu dan juga tidak ada meja yang dipukul.

Di dalam ruangan tersebut, terdapat layar yang menampilkan gambar ruang sidang pengadilan lengkap dengan atributnya. Diantaranya seperti bendera merah putih dan bendera pengadilan.

Sementara di sisi lain, terdapat tempat duduk untuk Jaksa Penuntut Umum, Penasihat Hukum maupun Terdakwa yang duduk dengan mengenakan perangkat serupa dengan Kepala Badiklat sehingga gerakan maupun ucapan yang dilakukan akan tampil sama dengan yang nampak di layar monitor.

Teknologi VR yang biasanya digunakan main game online, dianggap bisa digunakan untuk menjalankan proses simulasi persidangan pengadilan di Badiklat Kejaksaan. Semua dilakukan guna mendukung upaya pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran dan penularan Covid 19 yang semakin masif.

Teknologi ini akan diterapkan dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) tahun 2021 untuk menekan proses pendidikan yang mengharuskan tatap muka seperti mata pelajaran praktik persidangan. Di mana selama ini, penyelenggaraan diklat untuk sementara dilaksanakan dengan sistem kombinasi antara virtual dan tatap muka secara terbatas. Dengan adanya perangkat VR, simulasi persidangan dapat dilakukan secara virtual dan tidak lagi tatap muka.

Sementara itu peserta diklat yang tidak terlibat langsung (hanya sebagai penonton sidang) bisa mengakses persidangan melalui Android. Teknologi ini juga sangat memungkinkan untuk diterapkan dalam persidangan yang sebenarnya (di mana selama ini sudah dilaksanakan secara virtual namun dengan sistem video conference). Selain itu, sistem ini juga dapat digunakan untuk memenuhi syarat hukum acara pemeriksaan persidangan.

"Melalui VR, dibuat ruang persidangan di mana orang bisa bertemu dengan orang lain secara virtual. Ternyata penggunaan VR memenuhi syarat kediklatan, yaitu ilmu atau materi bisa disampaikan sempurna," kata Kepala Badiklat.

Perangkat simulasi persidangan itu rencananya akan dapat diterapkan di 33 (tiga puluh tiga) Kejaksaan Tinggi (Kejati) di seluruh Indonesia yang memiliki akses internet yang relatif baik sehingga memungkinkan untuk diterapkan. Setiap Kejati akan memerlukan 10 perangkat VR. Sementara di Badiklat Kejaksaan RI akan dipasang 20 perangkat beserta sistem manajemen pembelajaran dengan total biaya diperkirakan mencapai Rp 22 miliar - Rp 24 miliar. 



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Virtual Reality Pelipur Lara Anak-anak Gaza yang Cedera dan Trauma

Virtual Reality Pelipur Lara Anak-anak Gaza yang Cedera dan Trauma

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon