Vaksinasi Covid-19 Menjadi Harapan Baru
Sabtu, 27 Februari 2021 | 05:10 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Program vaksinasi Covid-19 yang tengah dijalankan pemerintah menjadi harapan baru dalam memutuskan rantai penyebaran virus. Sudah hampir 1 tahun masyarakat hidup dengan pandemi yang berdampak pada bisnis dan operasional di semua industri.
Wakil Presiden Direktur PT Siloam International Hospitals Tbk, Caroline Riady mengatakan dengan program vaksinasi ini, ada satu optimisme dalam membangun di 2021. Apalagi pengetahuan warga tentang Covid-19 sudah jauh lebih maju. "Kita sudah tahu perilakunya seperti apa, cara penyebarannya, cara pencegahannya, dan lainnya yang membuat kita sudah lebih jelas daripada tahun lalu. Saat ini orang mulai berani keluar rumah, dan sudah tidak menebak-nebak lagi di dalam banyak hal terkait Covid-19 ini. Vaksin pun menjadi harapan baru," kata Caroline dalam webinar "Indonesia and the Covid-19 Pandemic: Disease and Rollout Development of Vaccines" yang digelar Siloam Hospitals Group secara virtual pada Jumat (26/2/2021).
Namun masih ada keraguan dan pesimisme karena tantangan penyebaran dan rekor jumlah kasus di berbagai negara pada awal tahun 2021. Hal ini membuat masyarakat berpikir apakah pandemi Covid-19 ini akan terus meningkat, apalagi dengan hadirnya varian virus baru.
Hingga saat ini, lanjut Caroline, Siloam Hospitals telah melakukan lebih dari 2,2 juta tes Covid-19 dan merawat lebih 16.000 pasien kasus terkonfirmasi positif. Tes tersebut terdiri dari rapid test, serologi, polymerase chain reaction (PCR), test antigen dan ID Now.
Diakui untuk penyediaan tes dengan metode baru itu (ID Now) diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar lagi untuk mengatasi pandemi, termasuk mengakhiri penyebaran Covid-19 seefektif mungkin. Ia pun memberikan gambaran arahan Covid-19 ke depan lewat tiga hal indikator yang terus dipantau.
Pertama, tambahan kasus baru yang diumumkan perkembangan Covid-19 setiap harinya. Pada awal tahun, terlihat puncak kasus yang tinggi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sementara minggu-minggu berikutnya ada penurunan sinfinikan. Selan itu, ada faktor kesadaran masyarakat soal protokol kesehatan, dan terbentuknya imunitas tubuh.
Dikatakan, pada awal tahun saat kasus memuncak, dikhawatirkan soal ketersediaan tempat tidur (bed). Bahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumpulkan Rumah Sakit (RS) dan menyatakan ini sungguh-sungguh krisis.
Diungkapkan, kalau RS tidak melakukan apa-apa, maka tempat tidur di ICU (intensive care unit) sudah pasti kosong, sehingga Menkes memerintahkan kepada para RS wajib konversi 30% dari seluruh bed untuk Covid-19.
"Karena okupansi dari seluruh tempat tidur RS masih belum terlalu tinggi, tetapi yang dikhususkan untuk Covid-19 sudah habis. Dia sendiri yang mendorong, jadi melihat ICU di daerah yang membutuhkan sudah sangat tinggi. Akhirnya kami Siloam menambah 100 tempat tidur untuk yang di DKI Jakarta dan Tangerang. Sementara untuk Siloam seluruh wilayah mencapai 700-an tempat tidur di berbagai RS Siloam," ungkap Caroline.
Kedua, indikator yang terus dipantau adalah jumlah tes setiap harinya per 1.000 orang. Hal ini penting karena kalau tidak memperbanyak tes, tidak tahu berapa orang yang terindikasi Covid-19. "Jika kita tak mengetes, kita tidak mengindentifikasi dan tak mungkin melakukan tracing dan isolasi untuk pasien-pasien yang mulai terinfeksi," jelasnya.
Positivity rate Covid-19 di Indonesia mengikuti standar dari WHO yakni 5%. Di Indonesia saat positivity rate Covid-19 Indonesia mencapai di atas 30%.
Ketiga, Siloam bisa memulai memantau jumlah dosis vaksinasi yang sudah diberikan. Indonesia itu bukan negara yang terakhir dalam vaksinasi. Tetapi dilihat Indonesia baru mulai di Januari 2021 dan sudah berhasil memvaksinasi 1,5 juta penduduk. "Ini bukan hal kecil dan jelas pemerintah menjadikan hal ini prioritas. Di Januari kemarin Siloam juga vaksinasi tenaga kesehatan sebanyak 11.000 dosis," urai dia.
Sementara untuk efek samping terbilang sangat ringan sekali, seperti mual dan lainnya. Namun semua staf dalam keadaan aman. "Kami terus memantau perkembangan antibodi, untuk pasien-pasien yang sudah divaksin. Staf Siloam yang disudah vaksin sudah menunjukkan adanya perkembangan antibodi," tutup Caroline.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




