ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Etiopia Terima 2,2 Juta Vaksin Covid-19 Pertama dari Covax

Senin, 8 Maret 2021 | 14:40 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Menteri Kesehatan Etiopia Lia Tadesse (kanan) menerima sekotak vaksin Oxford / Astrazeneca Covid-19, yang dikirimkan sebagai bagian dari prakarsa Covax yang dipimpin PBB  saat upacara penyerahan di bandara internasional Addis Ababa, Etiopia, Minggu (7/3/2021).
Menteri Kesehatan Etiopia Lia Tadesse (kanan) menerima sekotak vaksin Oxford / Astrazeneca Covid-19, yang dikirimkan sebagai bagian dari prakarsa Covax yang dipimpin PBB saat upacara penyerahan di bandara internasional Addis Ababa, Etiopia, Minggu (7/3/2021). (AFP/Amanuel SILESHI)

Addis Ababa, Beritasatu.com- Etiopia pada Minggu (7/3) menerima 2,2 juta vaksin Covid-19 pertama dari Covax. Seperti dilaporkan Xinhua, pasokan vaksin ini sangat penting dalam perjuangan negara Afrika timur itu untuk menghentikan penyebaran pandemi.

Sebanyak 2,2 juta vaksin Covid-19 diterima pada upacara yang dihadiri oleh pejabat senior pemerintah Etiopia serta perwakilan misi diplomatik asing dan misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berbasis di Etiopia.

Berbicara pada upacara kedatangan vaksin Covid-19, Lia Tadesse, Menteri Kesehatan Etiopia, mengatakan negara Afrika timur itu menerima vaksin Covid-19 setelah antisipasi berbulan-bulan.

"Setelah sekian lama menunggu ketidakpastian, harapan menjadi kenyataan pada pagi tadi tanggal 7 Maret, saat Etiopia telah menerima vaksin Covid-19 gelombang pertama yaitu vaksin Oxford Astrazeneca dari Serum Institute of India," kata Tadesse.

ADVERTISEMENT

"Mitra Covax telah mulai meluncurkan kampanye vaksinasi global terbesar yang pernah ada di dunia. Ini adalah kemitraan global yang belum pernah terjadi sebelumnya yang kami yakini tidak hanya akan mengubah arah pandemi tetapi juga mengubah cara kami menanggapi pandemi di masa depan, karena semakin banyak orang mendapatkan vaksinasi, semakin cepat kita akan mengalahkan pandemi ini," katanya, seraya menambahkan bahwa kedatangan vaksin secara harfiah adalah penyelamat.

"Sejauh yang kita semua tahu, hampir 167.000 kasus Covid-19 telah dilaporkan dari Etiopia dan kami telah kehilangan lebih dari 2.400 saudara dan saudari kita karena penyakit itu dan kita tahu bahwa jumlah sebenarnya bisa jauh lebih tinggi," kata Tadesse.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika), John Nkengasong mengatakan pemberian vaksin Covid-19 ke negara-negara Afrika membuat kesehatan dan keadilan masuk akal.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon