Wapres Dorong Pos Indonesia Aktif Dukung Gerakan Nasional Wakaf Uang
Selasa, 16 Maret 2021 | 17:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mendorong agar PT Pos Indonesia bisa berfungsi mendukung pengembangan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) yang dicanangkan pemerintah.
Wapres Ma'ruf Amin menjelaskan, GNWU menjadi salah satu fokus pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Dengan potensi yang mencapai Rp 180 triliun per tahun, gerakan ini perlu didukung kanal-kanal penerima wakaf.
Untuk itu, pemberdayaan PT Pos Indonesia (Persero) yang memiliki banyak cabang di pelosok Tanah Air, sangat potensial untuk mewujudkan proses penerimaan wakaf uang yang efektif.
"PT Pos itu merupakan salah satu kanal yang sangat potensial karena cabangnya tersebar di seluruh Indonesia bahkan sampai di tingkat kecamatan dan kelurahan," kata Wapres Ma'ruf Amin saat menerima audiensi jajaran Direksi PT Pos Indonesia (Persero) melalui konferensi video, Selasa (16/3/2021).
Oleh sebab itu, Wapres meminta kepada PT Pos Indonesia untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) guna membahas kerja sama yang dapat dilakukan.
Keterlibatan PT Pos ini, kata Wapres, selain menjadi partisipasi yang sangat bermanfaat, juga akan bernilai ibadah.
"Mudah-mudahan keikutsertaan Kantor Pos ini selain juga merupakan satu partisipasi yang sangat besar manfaatnya, mudah-mudahan juga menjadi ibadah," ujar Wapres.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi melaporkan bahwa PT Pos memiliki portofolio jasa keuangan serta kantor cabang dan agen di seluruh Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai titik pengumpulan wakaf uang.
Tepatnya, Pos Indonesia punya 4.850 cabang di seluruh Indonesia, serta agen untuk jasa keuangan berjumlah sekitar 20 ribu di seluruh Indonesia," paparnya.
Bahkan, kata Faizal, PT Pos akan mempermudah para pewakaf dalam membayarkan wakafnya. Karena dapat dilakukan secara fisik dengan datang ke kantor pos atau dengan interaksi digital melalui aplikasi Pos Giro Mobile (PGM).
"Memang core system kami di jasa keuangan ini menggunakan giro. Giro kami ini tidak sama dengan giro bank, karena giro pos tidak memberikan imbal jasa sebagaimana gironya bank," papar Faizal.
Faizal juga menyampaikan bahwa PT Pos memiliki empat program bisnis syariah lain untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Pertama, bisa menerima setoran haji reguler. Kedua, kerjasama dengan travel haji untuk pengurusan umroh dan haji.
"Jadi kantor-kantor pos kami dapat dijadikan sebagai kantor cabang travel umrah dan haji," ungkapnya.
Selanjutnya, Faizal menyebutkan program ketiga adalah perdagangan emas digital melalui kerja sama dengan berbagai pihak termasuk Pegadaian. Sedangkan program keempat adalah pembiayaan haji dan umroh.
"Jadi ini empat hal, rencana strategis di bisnis syariah Pos Indonesia untuk melengkapi bisnis kami di jasa keuangan," pungkas Faizal.
Turut hadir mendampingi Faizal pada audiensi kali ini Direktur Keuangan Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman, Direktur Kelembagaan Nezar Patria, Direktur Kurir dan Logistik Hariadi, Direktur SDM dan Umum Tonggo Marbun, serta Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan Charles Sitorus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




