ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode

Indo Barometer: Duet Jokowi-Prabowo pada 2024

Jumat, 19 Maret 2021 | 18:33 WIB
WM
WM
Penulis: Willy Masaharu | Editor: WM
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) makan siang bersama di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7/2019).
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) makan siang bersama di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7/2019). (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari menyatakan, dirinya sudah beberapa kali berbicara kemungkinan Jokowi menjabat presiden 3 periode. Hal itu dikatakan M Qodari menanggapi wacana masa jabatan presiden 3 periode.

"Dengan ini saya proklamirkan saya adalah eksponen tiga periode begitu. Ya walaupun ditolak ya enggak apa-apa. Namanya juga ide dan gagasan," kata M Qodari, dalam tayangan video, Jumat (19/3/2021)

Qodari mengatakan, sebetulnya bukan soal Jokowi menjadi presiden tiga periode. Tapi, dia membayangkan dan mengantisipasi bahwa pemilu 2024 nantinya Jokowi berpasangan dengan Prabowo Subianto.

Dia berpendapat, saat ini dua figur tersebut menjadi 'imajinasi politik' di kalangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Jadi tepatnya bukan Jokowi tiga periode, tapi Jokowi-Prabowo 2024 itu tagline saya. Saya proklamirkan nih Jokowi-Prabowo 2024 begitu," ujarnya.

Menurut Qodari, dirinya memproklamirkan duet Jokowi-Prabowo pada 2024 karena didasari atas fakta polarisasi yang terjadi di masyarakat.

Menurutnya, polarisasi itu sudah terjadi sejak Pilkada DKI 2012, Pilpres 2014, Pilkada DKI 2017 dan terakhir polarisasi yang terjadi di Pilpres 2019.

Qodari melihat polarisasi politik juga terjadi di belahan dunia lain seperti yang dialami Amerika Serikat (AS) di Pilpres 2020 kemarin. Negeri Paman Sam itu sempat terbelah, meski dianggap sebagai negara super power dan tingkat demokrasi yang matang serta pendidikan dan ekonomi yang maju.

"Nah, polarisasi politik tersebut di era sekarang ini akan punya peluang untuk semakin kuat di Pemilu 2024, karena kita ya hidup di dunia digital," katanya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon