Kampanye Global Dampak Industri Budi Daya Ikan Bagi Lingkungan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kampanye Global Dampak Industri Budi Daya Ikan Bagi Lingkungan

Kamis, 25 Maret 2021 | 13:27 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Kampanye global "The World Day for the End of Fishing”, yang bertujuan untuk menginformasikan konsumen mengenai pola konsumsi yang lebih sadar dan bertanggung jawab dalam mengkonsumsi ikan dan makanan laut, juga diluncurkan di Indonesia minggu ini.

Kampanye yang diikuti 164 organisasi di seluruh dunia ini dibuat oleh organisasi yang berasal dari Swiss, Pour l'Égalité Animale “Untuk Kesetaraan Hewan” (PEA) pada tahun 2016, dan tahun ini difokuskan pada dampak budi daya ikan, atau disebut juga dengan istilah akuakultur.

“Banyak konsumen percaya bahwa praktik akuakultur dipandang lebih berkelanjutan daripada penangkapan ikan di laut, padahal ini merupakan kesalahpahaman besar,” ujar Fernanda, Direktur Kebijakan Pangan dan Kesejahteraan Hewan Sinergia Animal dalam rilisnya, Kamis (24/3/2021).

Sinergia Animal adalah organisasi perlindungan hewan yang didedikasikan untuk memerangi praktik terburuk industri peternakan di negara-negara Dunia Selatan dan mempromosikan pilihan makanan yang lebih welas asih.

Menurutnya budi daya ikan, udang, dan jenis hewan air lainnya sebenarnya bisa lebih berbahaya. Hampir 1.100 miliar ikan ditangkap di laut setiap tahun hanya untuk memberi makan hewan budi daya seperti salmon yang notabene adalah karnivora atau tilapia yang merupakan jenis ikan omnivora.

Dalam kasus salmon, misalnya, diperkirakan dalam perhitungan industri, untuk menghasilkan 1 kg dagingnya, diperlukan lebih dari 800 gram ikan, dan jumlah ini bahkan tidak memperhitungkan bycatch, atau hewan laut yang secara tidak sengaja ditangkap dalam penangkapan ikan di laut.

Dikatakan akuakultur menyumbang 47% dari total produksi ikan di seluruh dunia dan diramalkan akan hampir melampaui total dari semua perikanan tangkap pada tahun 2024.

Pertumbuhan yang cepat menimbulkan kekhawatiran di antara para ilmuwan dan aktivis, yang mengklaim bahwa hal tersebut merugikan bagi lingkungan, dan juga berisiko bagi kesehatan masyarakat dan kejam terhadap hewan.

“Tambak ikan sering kali terdiri dari kolam yang kotor, dengan kualitas air yang buruk. Ikan menjadi sasaran segala jenis penyakit dan dimakan hidup-hidup oleh segala jenis parasit, mulai dari kutu laut parasit hingga jamur dan virus,” jelas Fernanda.

Investigasi yang dirilis minggu ini oleh LSM Compassion in World Farming menunjukkan salmon dengan luka terbuka dan mengalami kebutaan di Skotlandia, produsen terbesar ketiga dari spesies ini di dunia.

Untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang disebabkan oleh kondisi tambak yang tidak sehat, industri perikanan seringkali menggunakan antibiotik.

Praktik ini dapat menyebabkan kontaminasi air dan tanah dengan antibiotik dan resistensi bakteri, dan juga secara langsung berdampak pada infeksi daging yang dikonsumsi orang-orang.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan antibiotik yang dilarang lebih dari 10 tahun yang lalu untuk bud idaya ikan di beberapa negara masih dapat terdeteksi pada produknya sekarang.

Komponen kesejahteraan hewan juga menjadi topik bermasalah dalam industri ini. Ikan, yang terbukti mampu merasakan segudang sensasi dan emosi, sering kali dibesarkan dengan ruang yang terlalu minim untuk mengekspresikan perilaku alaminya.

Sinergia Animal mengundang siapa saja yang peduli dengan dampak peternakan hewan untuk mempertimbangkan kembali apa yang mereka pilih untuk dimakan.

“Setelah mempelajari semua faktor ini, penting bagi masyarakat untuk mengetahui alternatif yang lain. Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan untuk mengubah kenyataan ini adalah meninggalkan produk hewani, termasuk hewan laut, dari piring kita,” saran Fernanda.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Mantan Mendagri Syarwan Hamid Meninggal Dunia

Syarwan Hamid pernah menjadi Menteri Dalam Negeri pada Kabinet Reformasi Pembangunan dan sebelumnya menjadi Wakil Ketua MPR hasil Pemilu 1997.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Kasus Suap Bansos, KPK Periksa Effendi Gazali dan Adik Politikus PDIP Ihsan Yunus

Effendi Gazali dan Rakyan Ikram disebut-sebut termasuk pihak yang mendapat kuota pengadaan bansos Covid-19.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Presiden Saksikan Vaksinasi Massal Di Kabupaten Maluku Tengah

Ditambahkan Presiden Jokowi, untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity diperlukan vaksinasi kepada 70% populasi masyarakat Indonesia.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Korupsi Pengadaan Tanah, KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dirut Sarana Jaya

Yoory bakal diperiksa terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta Tahun 2019.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Kasus Suap Ekspor Benur, KPK Tak Butuh Keterangan Sekjen KKP

Kasus ini bermula pada 14 Mei 2020.

NASIONAL | 25 Maret 2021

KPK Minta Parpol Serius Turut Andil Mendongkrak Indeks Persepsi Korupsi

Diketahui, skor CPI Indonesia 2020 merosot tiga poin dari tahun sebelumnya, dari 40 menjadi 37 dengan 100 sebagai skor tertinggi.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Pertama di Kawasan Timur Indonesia, RSUP J Leimena Ambon Diresmikan Jokowi

Presiden Jokowi meresmikan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) pertama di Indonesia Timur, RSUP Kelas A dr J Leimena di Kota Ambon, Maluku, Kamis (25/3/2021).

NASIONAL | 25 Maret 2021

Kasus Nurdin Abdullah, KPK Dalami Aliran Uang ke Pokja Dinas PUTR Pemprov Sulsel

Mantan Bupati Bantaeng dua periode Nurdin Abdullah diduga menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari Agung melalui Edy Rahmat.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Ramadan di Tengah Pandemi, Masyarakat Tahan Diri untuk Ngabuburit

Sekitar 63% masyarakat masih menahan diri untuk tidak melakukan ngabuburit.

NASIONAL | 25 Maret 2021

BMKG Tingkatkan Observasi Laut Hadapi Perubahan Iklim

Peringatan ini penting pula untuk menyadarkan kita bahwa perubahan iklim baik secara global maupun dampak lokalnya benar-benar sedang berlangsung.

NASIONAL | 25 Maret 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS