ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Masker dan Sarung Tangan Covid-19 Menyebabkan Polusi

Kamis, 25 Maret 2021 | 16:58 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Gary Stokes, salah satu pendiri Oceans Asia, berpose dengan sampah masker wajah yang ditemukan di pantai di daerah pemukiman Discovery Bay di pulau Lantau terpencil di Hong Kong.
Gary Stokes, salah satu pendiri Oceans Asia, berpose dengan sampah masker wajah yang ditemukan di pantai di daerah pemukiman Discovery Bay di pulau Lantau terpencil di Hong Kong. (AFP/Dokumentasi)

California, Beritasatu.com- Masker sekali pakai, sarung tangan, dan jenis alat pelindung diri (APD) lainnya melindungi nyawa yang tak terhitung selama pandemi Covid-19. Tetapi benda-benda itu akhirnya juga menciptakan masalah polusi di seluruh dunia.

Seperti dilaporkan AP, Rabu 924/3), masker sekali pakai, sarung tangan, dan jenis alat pelindung diri mengotori jalan-jalan. Benda-benda itu memicu masuknya plastik berbahaya dan limbah lainnya ke tempat pembuangan sampah, sistem pembuangan limbah, dan lautan.

Di California Utara, kelompok lingkungan melacak masalah sampah di sepanjang pantai - dan mencoba melakukan sesuatu untuk mengatasinya.

Pacific Beach Coalition baru-baru ini melihat peningkatan dramatis pada APD yang dibuang di pantai di dalam dan sekitar kota Pacifica, di selatan San Francisco, tempat pembersihan bulanan dilakukan selama hampir 25 tahun.

ADVERTISEMENT

Relawan mencatat apa yang mereka ambil untuk mengukur apa yang mungkin berakhir di lautan. Hingga tahun 2020, sampahnya sebagian besar berupa puntung rokok dan bungkus makanan.

"Apa yang akan kita lakukan? Kami punya masker. Kami punya sarung tangan. Kami mendapatkan semua tisu tangan itu, tisu penyanitasi. Mereka ada di mana-mana. Mereka ada di lingkungan saya, di jalanan saya. Apa yang bisa kita lakukan?" tanya Lynn Adams, presiden koalisi.

Kelompok tersebut dan organisasi lingkungan yang lainnya meminta perhatian untuk masalah tersebut. Mereka mengatakan apa yang direkam kemungkinan hanya sebagian kecil dari peralatan pelindung pribadi yang mengenai pantai dan lautan.

Mamalia yang lebih besar dapat menelan APD, dan plastik dari barang-barang tersebut dapat mengganggu rantai makanan laut. "Semuanya terbuat dari plastik," kata Adams.

Satu laporan tahun lalu oleh kelompok advokasi OceansAsia menemukan hampir 1,6 miliar masker akan membanjiri lautan pada tahun 2020 saja, berdasarkan perkiraan produksi global dan faktor lainnya. OceansAsia menyatakan bahwa masker membutuhkan waktu hingga 450 tahun untuk terurai.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kasus Covid-19 Naik di Asia, Dokter Paru: Pakai Masker!

Kasus Covid-19 Naik di Asia, Dokter Paru: Pakai Masker!

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon