ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Guru Paling Banyak Dapat Jatah Vaksinasi Kategori Petugas Publik

Rabu, 31 Maret 2021 | 21:05 WIB
DS
DS
Penulis: Dwi Argo Santosa | Editor: DAS
Budi Gunadi Sadikin.
Budi Gunadi Sadikin. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Petugas publik mendapatkan prioritas vaksinasi Covid-19 setelah tenaga kesehatan dan kelompok lanjut usia (lansia). Dari 17,5 juta sasaran kategori petugas publik ini, terbanyak adalah profesi pendidik yang berjumlah 5.659.560 orang atau 32,2%.

Pada daftar sasaran prioritas vaksinasi Kementerian Kesehatan disebutkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Selasa (30/3), total petugas publik mencapai 17.562.329.

Menurut Menkes, prioritas pemberian vaksinasi di Indonesia berdasarkan pada risiko terpapar. Pada kategori petugas publik, pendidik yang terdiri dari guru dan dosen serta tenaga pendidikan lain, paling banyak mendapatkan jatah.

"Vaksinasi ini dibagi berbasis risiko. Bukan berbasis agama, bukan berbasis besarnya bayar pajak, bukan suku, atau bukan berbasis sektor. Orang yang berisiko paling tinggi terpapar itu yang diberi kesempatan pertama," kata Budi Gunadi saat pengumuman Surat Keputusan Bersama atau SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, secara daring, Selasa (30/3/2021).

ADVERTISEMENT

Menurut Menkes kategori petugas publik adalah mereka yang dalam tugas keseharian bertemu dengan banyak orang.

Prioritas vaksinasi kepada pendidik menjadi mendesak setelah pemerintah melakui SKB 4 Menteri mewajibkan pembalajaran tatap muka pada tahun ajaran 2021/2022.

Sedangkan pedagang pasar juga masuk dalam kategori petugas publik yang diprioritaskan mendapatkan vaksinasi. Kelompok ini menempati urutan kedua terbanyak kategori petugas publik, yakni tercatat sebanyak 4.014.232 orang.

Terkait dengan pedagang pasar, pada vaksinasi yang dimulai 13 Januari 2021 di mana Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang mendapatkan suntikan vaksin Sinovac di Istana, pada saat yang sama Narti (44), seorang pedagang sayur di Jakarta, juga mendapatkan vaksinasi Covid-19 perdana.

Presiden Jokowi juga berkesempatan meninjau langsung pemberian vaksinasi kepada para pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 17 Februari 2021.

Beturut-turut petugas publik berdasarkan jumlahnya setelah pendidik dan pedagang pasar adalah
pegawai pemerintah atau aparatur sipil negara. Pelayan publik di BUMD, BUMN, perangkat desa, petugas pemadam kebakaran maupun BPBD ada di urutan ke empat.

Urutan kelima hingga kedelapan adalah petugas tansportasi publik, keamanan (TNI, Polri, satpol PP), petugas pariwisata, tokoh agama.

Sedangkan anggota DPR pusat maupun daerah atau wakil rakyat berjumlah 33.571 di urutan kesembilan disusul wartawan dan pekerja media (5.000), atlet (1.203), dan pejabat negara (630).

Berikut prioritas vaksinasi kepada petugas publik secara berurutan berdasarkan jumlah terbanyak:
1. Pendidik (guru, dosen, dan tenaga pendidik) : 5.659.560
2. Pedagang pasar: 4.014.232
3. Pegawai pemerintah (ASN pusat dan daerah serta honorer) : 2.778. 246
4. Pelayan publik lainnya (BUMD, BUMN, perangkat Desa, Damkar, BPBD):2.609.370
5. Tansportasi publik : 1.247.116
6. Keamanan (TNI, Polri, satpol PP): 1.050.736
7. Pariwisata (petugas pariwisata, hotel, restoran): 92.851
8. Tokoh agama (dan penyuluh agama): 69.814
9. Wakil Rakyat : 33.571
10. wartawan dan Peerja media : 5.000
11. Atlet: 1.203
12. Pejabat Negara: 630



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon