Evaluasi Sekolah Tatap Muka di 16 Provinsi, P2G: Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan
Logo BeritaSatu

Evaluasi Sekolah Tatap Muka di 16 Provinsi, P2G: Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan

Kamis, 8 April 2021 | 15:58 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAS

Jakarta, Beritasatu.comPerhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) melakukan evaluasi terhadap 16 provinsi yang sudah melakukan sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka secara terbatas. Dari hasil evaluasi P2G ditemukan terjadi banyak pelanggaran protokol kesehatan atau tidak melaksanakan prinsip 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) secara disiplin di sekolah.

P2G mencatat pelanggaran protokol kesehatan terjadi di Kabupaten Kepulauan Simeulue, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Melawi, Kota Batam, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Situbondo.

“Contoh kasus yang banyak terjadi, guru dan siswa tidak memakai masker. Adapun memakai masker, tetapi tidak sesuai protokol kesehatan, karena hanya dipakai di dagu saja,” kata Kepala Bidang Advokasi P2G Iman Zanatul Haeri dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Kamis (8/4/2021).

Iman mengatakan pelanggaran lainnya adalah tidak menjaga jarak 1,5 meter sebagaimana aturan pemerintah. “Menurut gurunya karena faktor anak-anak kangen-kangenan, akhirnya lupa menjaga jarak,” ujarnya.

Iman mengatakan pelanggaran juga terjadi di luar sekolah yaitu para siswa dan guru justru membuat kerumunan dan tidak menggunakan masker. Pelanggaran protokol kesehatan juga terjadi saat siswa dan guru berangkat dan pulang sekolah dengan menggunakan angkutan umum di Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi.

“Tidak adanya kepatuhan terhadap protokol kesehatan, di dalam kendaraan umum tidak ada pengaturan jaga jarak. Tentu ini berbahaya bagi kesehatan guru dan siswa,” kata Iman yang merupakan guru SMA untuk bidang studi Sejarah.

P2G dalam evaluasinya juga menemukan fakta sejumlah sekolah yang hanya memiliki satu thermogun. Bahkan, daftar periksa sekolah belum diverifikasi oleh pemerintah daerah, namun sekolah sudah mulai melakukan pembelajaran tatap muka. Akibatnya, siswa berkerumun dalam antrean panjang untuk pemeriksaan suhu karena datang ke sekolah dalam waktu relatif bersamaan.

“Kondisi demikian berpotensi melanggar protokol kesehatan dan menjadi penularan,” kata Iman.

Menurut Iman, terjadi juga kerumunan orangtua atau pengantar siswa yang menunggu di sekolah. Mereka beralasan memilih menunggu di sekolah karena durasi belajar anaknya hanya sampai dua jam sehingga tidak efisien jika pulang ke rumah.

Ketua P2G Provinsi Aceh Ahmad Sohabudin menyatakan selama ini tidak ada sanksi tegas dari pemerintah daerah atau Satgas Covid-19 di daerah untuk pelanggaran protokol kesehatan baik di sekolah atau aktivitas di luar sekolah.

P2G melakukan evaluasi antara lain di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Papua Barat.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polisi Selidiki Kasus Pegawai KPK Diduga Curi Barang Bukti Emas

Polisi menyelidiki kasus dugaan pencurian barang bukti emas seberat 1,9 kilogram yang diduga dilakukan pegawai KPK berninisial IGAS.

NASIONAL | 8 April 2021

KPK Laporkan Pegawainya yang Curi 1,9 Kg Emas ke Polisi

Tumpak mengatakan sidang etik di Dewas KPK yang menjatuhkan sanksi berat berupa pemecatan tidak menghapuskan tindak pidana yang telah dilakukan oleh IGA.

NASIONAL | 8 April 2021

Pemkab Dogiyai Pacu Pembangunan Infrastruktur

Meski jumlah penduknya tidak banyak kadang hanya sekitar 25 orang per kampung, namun kata Yakobus, penduduk itu adalah manusia di Papua yang harus dilayani.

NASIONAL | 8 April 2021

Alumnas Jadi Wadah Berkumpulnya Entrepreneurship Membangun Negeri

Kekuatan kewirausahaan ini menjadi salah satu faktor Amerika Serikat menjadi negara maju.

NASIONAL | 8 April 2021

Pemkab Dogiyai Berencana Bentuk BUMD Kopi dan Emas

Pemkab Dogiyai berencana membentuk BUMD di bidang perkebunan kopi, pertambangan emas, dan distribusi dan pemasaran hasil bumi seperti sayur-sayuran.

NASIONAL | 8 April 2021

Kapal Karam Akibat Siklon Seroja di NTT Belum Dapat Dievakuasi

Kapal ferry KMP Jatra I yang tenggelam saat diserang badai siklon Seroja belum dilakukan karena ASDP Indonesia Ferry masih menyusun rencana evakuasi.

NASIONAL | 8 April 2021

Presiden Tegaskan Tak Ada Kompromi bagi Intoleransi

Jokowi menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berkompromi terhadap tindakan intoleran, yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

NASIONAL | 8 April 2021

Penunjukan Langsung Vendor Saat Pandemi Disebut Jadi Kewenangan PPK

Dalam keadaan darurat seperti pandemi Covid-19, pengadaan barang dan jasa dapat dilakukan melalui mekanisme penunjukan langsung terhadap vendor pengadaan.

NASIONAL | 8 April 2021

Presiden Apresiasi Kontribusi Ulama Jaga Persatuan dan Kerukunan Bangsa

Pemerintah terus berkomitmen untuk selalu menghidupkan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.

NASIONAL | 8 April 2021

Putri Indonesia Dorong Kaum Milenial Perkuat Nasionalisme

Ia yakin Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah modal utama bangsa Indonesia untuk menghilangkan radikalisme dan terorisme.

NASIONAL | 8 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS