Kemdagri: Intoleransi Jadi Tantangan Terbesar Pancasila
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemdagri: Intoleransi Jadi Tantangan Terbesar Pancasila

Kamis, 8 April 2021 | 15:39 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) menyatakan, intoleransi masih menjadi ancaman terbesar bagi Pancasila. Bibit-bibit intoleransi memang ada di tengah masyarakat, yang bila tidak diperlakukan dengan baik, bisa berujung pada aksi terorisme.

Dirjen Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan Kemdagri, Drajat Wisnu Setyawan mengatakan, pihaknya melihat ada beberapa isu yang sangat berpotensi mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Pertama adalah adanya politisasi agama; potensi konflik sosial akibat isu SARA; peranan media menyebarkan ujaran kebencian dan hate speech berbau SARA; dan keempat adalah ancaman dan radikalisme ideologi.

"Untuk politisasi agama, politik jadi senjata untuk memperebutkan kekuasaan dalam pemerintahan, dan menjadikan agama sebagai tameng politik. Ini marak dalam pemilihan-pemilihan politik, mengemuka sejak pilkada DKI Jakarta tahun 2017. Ini menimbulkan bekas yang sulit hilang," urai Drajat.

Hal itu disampaikannya dalam webinar Setara Institute bertema "Pemajuan Toleransi dan Penghormatan Terhadap Keberagaman di Tingkat Kota" yang dilaksanakan Setara Institute, Kamis (8/4/2021)

Lebih lanjut, dia mengatakan, itu bisa terjadi karena bibit intoleransi. Kemdagri melakukan survei terkait toleransi agama pada 2019. Di survei itu, ditemukan bahwa ada angka yang menunjukkan bibit-bibit intoleransi hidup di masyarakat.

Misalnya, ketika warga ditanya apakah bersedia melakukan hubungan kerja dengan warga pemeluk agama lain, masih ada 8,08% yang tak bersedia. Atau 6,28% tak bersedia ketika ditanya apakah mau bersahabat dengan pemeluk agama lain. Bahkan ada 7,24% yang menyatakan tak mau bertetangga dengan warga yang memeluk agama lain.

"Inilah gambaran bibit intoleransi itu ada juga di masyarakat kita," kata Drajat.

Masalahnya adalah, lanjut dia, apabila intoleransi ini dipercaya, dan bertambah dengan proses diskriminasi dan paparan kekerasan, akan berujung pada terorisme.

"Maka jika kita tak kelola dengan baik, maka ujungnya akan ada terorisme," tegasnya.

Soal peran media, keterbukaan informasi dan kemajuan teknologi justru sering jadi sarana menyebar berita kebohongan yang mengadu domba umat beragama, Drajat mengatakan, pihaknya menilai perlu ada penyaringan informasi untuk bisa meredam intoleransi yang disebabkan oleh keterbukaan informasi.

Soal ancaman dan radikalisme ideologi, Drajat mengatakan, saat ini banyak paham bertentangan dengan Pancasila yang mengagungkan suatu agma tertentu dan memperbolehkan kekerasan kepada agama lain.

"Ini yang selanjutnya merebak menjadi aksi terorisme. Perlu penanganan menyeluruh dimulai dari tahap pencegahan sampai pemberantasan hingga ke akar-akarnya, dengan melakukan sinergitas yang baik di semua instansi/lembaga," urai Drajat.

Dan berdasarkan survei Kemdagri soal ancaman terhadap nilai Pancasila, persentase paling besar adalah adanya ancaman intoleransi dengan 46,2%. Lalu berita hoax (30,8%), isu SARA (15,4%), paham khilafah (7,7%).

Survei itu juga merekam ada penurunan penerapan nilai-nilai Pancasila oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Yakni dari 64,7% di 2018 ke 62% pada 2019.

Karena itulah, Kemdagri menilai, tak ada solusi lain selain menegaskan dan menghidupi Pancasila harus menjadi sumber dari segala sumber nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Semua permasalahan nasional yang melanda Indonesia dapat diselesaikan dengan kembali mengamalkan nilai-nilai yang terdapat pada Pancasila. Pancasila sebagai ideologi dan juga jati diri negara Indonesia," tegas Drajat.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polemik Tambang Batu Bara, Warga Rantau Pandan Gelar Unjuk Rasa

Ratusan warga dari Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi melaksanakan aksi unjuk rasa dengan melakukan blokade jalan tambang.

NASIONAL | 8 April 2021

Larangan Mudik Lebaran, Puan: Pemerintah Jangan Bikin Bingung Masyarakat

Masyarakat masih bertanya-tanya mengapa mudik dilarang, tetapi tempat wisata diizinkan buka meski tetap ada pembatasan.

NASIONAL | 8 April 2021

Danone Bagikan Ribuan Botol Air Mineral Bantu Korban Bencana NTT

Danone Indonesia menyalurkan bantuan berupa ribuan produk air minum Aqua yang diserahkan secara simbolis oleh perwakilan subdistributor Aqua di NTT.

NASIONAL | 8 April 2021

Evaluasi Sekolah Tatap Muka di 16 Provinsi, P2G: Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan

Dari hasil evaluasi P2G ditemukan terjadi banyak pelanggaran protokol kesehatan atau tidak melaksanakan prinsip 3M secara disiplin di sekolah.

NASIONAL | 8 April 2021

Polisi Selidiki Kasus Pegawai KPK Diduga Curi Barang Bukti Emas

Polisi menyelidiki kasus dugaan pencurian barang bukti emas seberat 1,9 kilogram yang diduga dilakukan pegawai KPK berninisial IGAS.

NASIONAL | 8 April 2021

KPK Laporkan Pegawainya yang Curi 1,9 Kg Emas ke Polisi

Tumpak mengatakan sidang etik di Dewas KPK yang menjatuhkan sanksi berat berupa pemecatan tidak menghapuskan tindak pidana yang telah dilakukan oleh IGA.

NASIONAL | 8 April 2021

Pemkab Dogiyai Pacu Pembangunan Infrastruktur

Meski jumlah penduknya tidak banyak kadang hanya sekitar 25 orang per kampung, namun kata Yakobus, penduduk itu adalah manusia di Papua yang harus dilayani.

NASIONAL | 8 April 2021

Alumnas Jadi Wadah Berkumpulnya Entrepreneurship Membangun Negeri

Kekuatan kewirausahaan ini menjadi salah satu faktor Amerika Serikat menjadi negara maju.

NASIONAL | 8 April 2021

Pemkab Dogiyai Berencana Bentuk BUMD Kopi dan Emas

Pemkab Dogiyai berencana membentuk BUMD di bidang perkebunan kopi, pertambangan emas, dan distribusi dan pemasaran hasil bumi seperti sayur-sayuran.

NASIONAL | 8 April 2021

Kapal Karam Akibat Siklon Seroja di NTT Belum Dapat Dievakuasi

Kapal ferry KMP Jatra I yang tenggelam saat diserang badai siklon Seroja belum dilakukan karena ASDP Indonesia Ferry masih menyusun rencana evakuasi.

NASIONAL | 8 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS