Siti Nadia Tarmizi, "Kartini" Pemberi Informasi yang Mencerahkan Saat Pandemi Covid-19
Rabu, 21 April 2021 | 22:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Siti Nadia Tarmizi menjadi salah satu sosok "Kartini" masa kini yang berjuang di masa pandemi Covid-19 memberi edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terhasut berita hoax tentang Covid-19 hingga vaksinasi.
Dokter Nadia, sapaan akrabnya sejak akhir Desember 2020 mengembangkan tugas tambahan sebagai Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes).
Nadia mengatakan, sejak menjadi jubir Vaksinasi Covid-19 Kemkes waktunya lebih banyak dicurahkan bersama media untuk memberikan informasi, klarifikasi, informasi, dan mengedukasi dalam berbagai webinar tentang pandemi Covid-19 hingga program vaksinasi nasional.
"Tentunya tantangan terbesar meng-update berbagai informasi karena pertanyaan media berbeda- beda. Ada menanyakan perkembangan kasus Covid-19 yang meningkat di suatu daerah, ada mengabarkan setelah divaksinasi positif Covid-19 atau kejang-kejangan. Jadi sangat bervariasi apa yang menjadi komunikasi saya dan teman-teman media," kata Nadia saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (21/4/2021).
Nadia menuturkan, aktivitas bersama media ini mulai dilakukan sejak pukul 05.30-10.00 WIB. Sementara pada saat sama, ia juga harus tetap menjalankan tugas lain yang harus tetap menjalankan peran sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kemkes.
Pada tugas ini, Nadia membawahi beberapa program besar yang menjadi komitmen global seperti pengendalian tuberkulosis, pengendalian HIV, dan penyakit infeksi menular lainnya serta mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan penyakit akibat infeksi saluran cerna.
"Jadi selain rutin menjadi jubir, tentunya tugas untuk menjadi juru bicara atau narahubung Kementerian Kesehatan dengan teman media, saya juga melaksanakan tugas untuk upaya- upaya pengendalian penyakit. Saya menjalani ini tanpa beban, insyaallah apapun sulitnya akan bisa kita lalui bersama," kata Nadia.
Dengan aktivitas yang sangat padat, Nadia mengatakan, ia siasati dalam pembagian waktu, sehingga waktu untuk negara dan bangsa serta keluarga seimbang. Adapun waktu untuk keluarga yakni berusaha untuk berada di rumah sebelum pukul 19.00 WIB. Namun, tetap menjalankan sejumlah tugas seperti webinar dan menjawab media dengan posisi berada di rumah.
Dikatakan Nadia, berusaha untuk berada di rumah lebih cepat agar tetap memiliki waktu untuk mengurus buah hatinya yang juga membutuhkan sosoknya untuk mendampingi belajar atau mengoreksi pekerjaan rumah (PR) dari sekolah daringnya.
Selanjutnya, Nadia mengatakan, waktu bersama keluarga, ia memanfaatkan akhir pekan untuk berolahraga dan makan bersama. Lalu, untuk memastikan tetap bugar dan semangat menjalani rutinitas yang padat adalah dengan waktu tidur yang cukup. Sebab, hal tersebut menjadi tips untuk tidak stres menghadapi segala kendala dalam aktivitas kesehariannya.
Sejumlah aktivitas yang jalani ini, Nadia mengatakan, pada masa pandemi ini, peran perempuan sangat penting menjadi kunci dari ketahanan keluarga. Pasalnya, perempuan tersebut harus menjadi ibu dengan tugas untuk memastikan anak belajar di rumah dengan nyaman.
Perempuan yang disebut dengan sosok ibu ini harus merawat dan menguatkan keluarga, apabila ada anggota keluarga yang terpapar Covid-19, serta tegas untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan anggota keluarga.
"Belum lagi kalau dia seorang relawan atau dokter tentu dia juga berjuang membantu pasien yang setiap hari terpapar Covid-19 dan harus waspada agar tidak terpapar," ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




