Dituduh Kafir Masuk ke Gereja, Gus Miftah: Bagaimana yang Masuk ke Borobudur?
Kamis, 6 Mei 2021 | 19:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ulama Gus Miftah menyatakan jika dirinya disalahkan dan dianggap kafir karena hadir di peresmian sebuah gereja di Jakarta Utara, maka para pengunjung Candi Borobudur dari berbagai agama bisa dianggap kafir juga.
"Kalau saya masuk gereja dikatakan kafir, maka seberapa banyak orang kafir karena masuk Borobudur? Karena Candi Borobudur itu itu Hindu dan Buddha. Sementara orang Indonesia ketika masuk ke Borobudur bangga selfie-selfie," kata Gus Miftah dalam tausiyah-nya di hadapan sekjen parpol koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin, di kantor PDI Perjuangan, Jakarta, Kamis (6/5/2021).
Gus Miftah menjelaskan, dirinya hadir di gereja itu atas undangan Pendeta Johan melalui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kebetulan di situ juga hadir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meresmikan gereja.
"Karena acaranya adalah peresmian, bukan peribadatan. Maka di situ juga ada banyak tokoh agama yang lainnya, yang tergabung dalam FKUB, Forum Kerukunan Umat Beragama," katanya.
"Saya memutuskan datang kenapa karena inilah Indonesia. Tapi lucunya, ketika kemudian video beredar, banyak orang kemudian mengkritisi apa yang saya lakukan. Bahkan saya dianggap kafir. Walau dengan sederhana saya menjawab. Kalau saya dianggap kafir, ya sederhana saja, sadar lagi, tak apa, selesai. Kalau dianggap sesat, kembali ke jalan yang benar," katanya yang disambut tawa para hadirin.
Dia mengaku merasa aneh, karena dari sekian banyak tokoh yang hadir ke gereja, hanya dirinya yang dipermasalahkan.
"Bahkan sampai hari ini nama saya trending di semua media, trending di twitter nomor 1, bahkan satu menit puisi saya di gereja yang terakhir itu, di Amerika dan di Australia itu di-translate dalam bahasa Inggris. Dan mendapat apresiasi yang luar biasa di luar sana," beber Gus Miftah.
"Lucunya di Indonesia, saya banyak dicaci maki. Ternyata setelah saya selidiki kesalahan saya, ternyata karena saya sudah kadung terkenal sebagai orang NU dan dukung pemerintah. Itu saja persoalannya," kata Gus Miftah sambil tertawa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




