ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Polri Terus Dalami Keterlibatan Munarman dalam Kelompok Teror

Selasa, 18 Mei 2021 | 19:34 WIB
BM
WM
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: WM
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com- Polri masih mendalami kasus dugaan keterlibatan Munarman dalam kelompok teror. Densus  Antiteror akan terus memeriksa saksi-saksi untuk memperjelas perkara yang melibatkan Munarman.

"Nanti lihat, saya belum bisa mengatakan itu. Masih berproses apakah M berdiri sendiri atau ada pihak lain yang ada di sekililing saudara M itu kita lihat nanti. Itu masih diproses oleh Densus," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, Selasa (18/5/2021).

Dikatakan Rusdi, Polri juga masih akan memeriksa saksi-saksi untuk membuat terang perkara.

"Pokoknya pihak-pihak yang menurut Densus bisa membuat terang kasus saudara M itu pasti akan dimintakan keterangannya. Untuk memperjelas daripada kasus yang melibatkan M sendiri," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Rusdi menyampaikan, sejauh ini penyidik menilai ada beberapa kegiatan yang dilakukan Munarman melanggar UU Terorisme.

"Ya kan sudah jelas, artinya beberapa kegiatan-kegiatan yang terjadi di Jakarta, di Makassar, di Medan itu yang dilihat menjadi sesuatu yang melanggar UU Terorisme. Sekarang sedang terus dikerjakan oleh Densus untuk menyelesaikan. Kemarin sudah ditangkap, dia sudah ditahan, dia sebagai tersangka. Saya rasa Densus akan bekerja dengan cermat," katanya.

Ihwal apakah ada keterlibatan Munarman dengan kelompok JAD Makassar, Rusdi tidak menjelaskannya. "Ya nanti dilihat saja, pasti dalam pengadilan terbuka semua. Dia kemana, terlibat kejadian apa segala macam, dengan siapa," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Munarman ditangkap di kediamannya, di Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (27/4/2021) sore. Dia ditangkap terkait dugaan pelanggaran terorisme yakni, perihal dugaan kehadiran dirinya dalam acara baiat untuk ISIS di tiga lokasi.

Belakangan, fakta baru ditemukan polisi diseputar rangkaian kasus Munarman. Bubuk putih dan cairan yang disita di bekas markas FPI dinyatakan polisi sebagai Triacetone Triperoxide (TATP), bahan kimia yang mudah terbakar sehingga sering disebut sebagai mother of satan. Bubuk putih dan cairan itu dimasukkan ke dalam botol pembersih toilet, sehingga sepintas mirip pembersih toilet.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Munarman Jadi Pengacara Eks Wamenaker Noel Terkait Kasus Pemerasan

Munarman Jadi Pengacara Eks Wamenaker Noel Terkait Kasus Pemerasan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon