ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Guru Besar UNJ: Pancasila Bukan Konsep Abstrak, tetapi Pembiasaan Nilai

Kamis, 3 Juni 2021 | 12:31 WIB
NW
B
Penulis: Natasia Christy Wahyuni | Editor: B1
Ketua Umum Asosiasi Dosen Pancasila dan Kewarganegaraan (ADPK), Prof Sarkadi.
Ketua Umum Asosiasi Dosen Pancasila dan Kewarganegaraan (ADPK), Prof Sarkadi. (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Asosiasi Dosen Pancasila dan Kewarganegaraan (ADPK), Prof Sarkadi menegaskan, Pancasila bukanlah suatu konsep yang abstrak melainkan pembiasaan nilai sejak dini. Gagasan Pancasila yang dicetuskan oleh presiden pertama RI, Soekarno, digali dari nilai-nilai budaya asli bumi Indonesia.

"Pancasila lahir dari bumi Indonesia, itu seharusnya tetap membumi. Jangan sampai disingkirkan oleh perkembangan zaman, perkembangan teknologi secara masif yang tekadang mengabaikan nilai-nilai Pancasila," ujar Sarkadi yang juga guru besar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (3/6/2021).

Sarkadi menyebut nilai Pancasila paling sederhana adalah sopan santun kepada orang tua. Penanaman sopan santun harus dilakukan secara bersama tidak hanya lewat kurikulum PPKn di sekolah, tetapi juga oleh orang tua di rumah.

Nilai-nilai konkret Pancasila lainnya misalnya sikap religius, toleran, gotong royong, dan bangga sebagai bangsa Indonesia.

ADVERTISEMENT

Menurut Sarkadi, kurikulum di sekolah sudah memuat secara lengkap konsep maupun penerapan Pancasila sejak tingkat SD sampai perguruan tinggi.

"Saya sendiri terlibat dalam penyusunan, detail mengenai lambang negara, implementasi nilai Pancasila semua sudah termuat dalam PPKn dan di perguruan tinggi ada pendidikan Pancasila," katanya.

Itu sebabnya, ujar Sarkadi, pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak perlu lagi disusun dalam formulasi khusus, tapi cukup lewat kebijakan penguatan yang dipikirkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.

Dia menilai Nadiem, yang dianggap mewakili generasi milenial, bisa memberikan atensi lebih untuk penguatan nilai Pancasila. Mendikbudristek bisa menjadi contoh generasi milenial yang memiliki ciri sangat terbuka untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan menerima pemikiran-pemikiran baru.

"Mendikbudristek harus punya konsep bagaimana membangun generasi muda, harus ada kebijakan bagaimana menanamkan nilai Pancasila mulai dari SD sampai perguruan tinggi, termasuk generasi milenial," katanya.

Sarkadi menambahkan penerapan nilai-nilai Pancasila saat ini mengalami tantangan berat karena arus informasi media yang sangat pesat. Anak-anak dibanjiri berbagai informasi yang sebagian besar tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Ditambah minimnya pendampingan orang tua, Pancasila pun semakin sulit untuk mengakar menjadi pola pikir dan kebiasaan sehari-hari.

"Guru menyampaikan pendidikan karakter sampai berbusa-busa, tapi ketika pulang ke rumah orangtua tidak sinkron. Orang tua bicara marah-marah, atau bebas lihat TV, handphone yang berisi berbagai macam informasi tanpa disaring, jadi tidak sinkron," kata Sarkadi.

Dia mengatakan penanaman nilai-nilai Pancasila harus dilakukan secara sinergi antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Kementerian Agama, ditambah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

"Percuma Kemdikbudristek habis triliunan rupiah tapi tidak ada sinergi dengan komponen lain. Ini presiden harus secara kuat menyampaikan kepada para menterinya," tambah Sarkadi.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Megawati Kritik 'Banjir Aturan': Hukum Bukan Sekadar Kumpulan Pasal

Megawati Kritik 'Banjir Aturan': Hukum Bukan Sekadar Kumpulan Pasal

NASIONAL
Bahlil Ingatkan Pentingnya Jaga Pancasila dan Kebinekaan

Bahlil Ingatkan Pentingnya Jaga Pancasila dan Kebinekaan

NASIONAL
Bangun Universitas Rakyat Indonesia Pemenang

Bangun Universitas Rakyat Indonesia Pemenang

OPINI
Serukan Dunia Baru Berkeadilan, Megawati: Pancasila Jadi Etika Global

Serukan Dunia Baru Berkeadilan, Megawati: Pancasila Jadi Etika Global

NASIONAL
BNPT: Sekolah Harus Jadi Benteng Utama Cegah Radikalisme

BNPT: Sekolah Harus Jadi Benteng Utama Cegah Radikalisme

NASIONAL
Kemenkop dan UB Bangun Kemandirian Ekonomi Desa lewat Koperasi

Kemenkop dan UB Bangun Kemandirian Ekonomi Desa lewat Koperasi

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon