Logo BeritaSatu

Hendardi: KPK Tak Akan Runtuh Tanpa Novel Baswedan dkk

Jumat, 4 Juni 2021 | 10:22 WIB
Oleh : Fana F Suparman / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Setara Institute, Hendardi meyakini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan tetap bekerja maksimal memberantas korupsi tanpa kehadiran 75 pegawai yang dinyatakan tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK), termasuk penyidik senior Novel Baswedan. Dikatakan Hendardi, KPK bekerja berdasarkan sistem dan kolektif kolegial.

"Inikan impresi yang dibuat sejak beberapa periode lalu. Bahwa, seolah-olah KPK tanpa orang-orang ini runtuh. Jebol, begitu. Saya kira ini satu kesan yang sangat keliru, karena KPK itu bekerja secara kolektif kolegial tentu saja," kata Hendardi saat diwawancarai Rudi S Kamri melalui akun Youtube Kanal Anak Bangsa yang dikutip, Jumat (4/6/2021).

Hendardi mengatakan, sistem di KPK telah terbangun dan berjalan. Penyidik, misalnya, diawasi oleh atasannya hingga ke tingkat pimpinan KPK. Demikian pula pimpinan diawasi oleh Dewan Pengawas. Selain sistem di internal, Hendardi mengatakan bahwa setiap kerja KPK diawasi oleh publik.

"Yang penting publik juga mengawasi terus kerja KPK. Coba KPK diam-diam saja, ribut pasti publik. Mana ini kerja pemberantasan korupsi," katanya. Untuk itu, Hendardi mengingatkan untuk tidak mengkultuskan individu tertentu atau mengglorifikasi atas kerja-kerja pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.

"Saya kira, yang dikesankan begitu. Itu jurus-jurus pendekar mabuk, saya kira, kalau yang mengesankan bahwa seolah-olah KPK tanpa mereka ini atau mengkultuskan indivudu. Mengglorifikasikan diri. Itu tidak pantas dan tidak tepat untuk lembaga semacam KPK. Karena itu, saya kira orang-orang ini, ya, tidak cukup pantas untuk menjadi pegawai KPK," katanya.

Hendardi yang merupakan anggota Panitia Seleksi Pimpinan KPK periode 2019-2023 mengatakan, terdapat persoalan serius di tubuh KPK sebelum kepemimpinan Jilid V. Persoalan itu adalah terbangunnya narasi atau kesan bahwa KPK adalah Novel Baswedan cs atau Novel Baswedan cs adalah KPK. Untuk itu, saat Novel Baswedan cs tidak lulus TWK muncul narasi yang menyebut KPK akan runtuh tanpa mereka.

"KPK itu dikesankan bahwa seolah-olah adalah orang-orang ini. Novel cs dan Novel adalah KPK. Kesan ini sebenarnya dibangun, ya, dan saya sudah dari beberapa waktu lalu tidak setuju. Termasuk, ketika saya ada di Pansel, saya menyatakan bahwa KPK ini bukan lembaga semacam production house yang menghasilkan artis. KPK tidak butuh artis," ujarnya.

Justru, kata Hendardi, kerja lembaga seperti KPK atau badan intelijen itu adalah kerja yang senyap dan kemudian nanti di ujungnya baru diperlihatkan hasil kerjanya. "Bahwa ada yang keliru mengesankan KPK ini ada pahlawan-pahlawannya dan ketika mereka kemudian bersuara dan tanpa dicek kembali kemudian dianggap sebagai suatu kebenaran," tutur Hendardi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

2 Eks KPK Perkuat Tim Pengacara Sambo dan Putri Candrawathi

Dua eks pegawai KPK, yakni Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang, memperkuat tim pengacara Sambo dan Putri Candrawathi.

NEWS | 28 September 2022

Pakar Dukung Jokowi Lakukan Reformasi Hukum di Indonesia

Penegasan Presiden Jokowi mengenai perlu adanya reformasi hukum di Indonesia disambut baik oleh pakar hukum pidana.

NEWS | 28 September 2022

Rusia Usir Diplomat Jepang yang Dituduh Spionase

Rusia mengusir diplomat Jepang yang dituduh melakukan spionase. FSB telah menghentikan aktivitas spionase di Konsulat Jenderal Jepang di Vladivostok.

NEWS | 28 September 2022

Eks Pegawai KPK Rasamala Aritonang Jadi Pengacara Sambo, Ini Alasannya

Eks Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rasamala Aritonang menjadi kuasa hukum Ferdy Sambo

NEWS | 28 September 2022

Tim Pengacara Ferdy Sambo Janjikan Pembelaan yang Fair

Tim pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi janji bakal memberikan pembelaan yang fair (adil) sesuai prinsip peradilan, kepada kliennya

NEWS | 28 September 2022

Latihan Militer, AS Akan Kerahkan HIMARS ke Latvia

Amerika Serikat (AS) akan mengerahkan sistem roket HIMARS untuk latihan militer ke Latvia, negara tetangga Rusia.

NEWS | 28 September 2022

KPK Cecar Zumi Zola soal Uang ke Anggota DPRD Jambi

KPK memeriksa eks Gubernur Jambi Zumi Zola sebagai saksi, Selasa (27/9/2022) dugaan suap pada pembahasan RAPBD Jambi

NEWS | 28 September 2022

KPK Ungkap 3 Hal yang Dapat Buat Penyidikan Lukas Enembe Dihentikan

KPK memaparkan tiga hal yang dapat membuat penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi Gubernur Papua Lukas Enembe dihentikan.

NEWS | 28 September 2022

Jokowi Minta Penyaluran Bantuan Subsidi Upah Terus Dipercepat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) terus dipercepat, sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

NEWS | 28 September 2022

Sudah Berlarut-larut, ICW Desak KPK Jemput Paksa Lukas Enembe

ICW terus mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan upaya jemput paksa terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe

NEWS | 28 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
2 Eks KPK Perkuat Tim Pengacara Sambo dan Putri Candrawathi

2 Eks KPK Perkuat Tim Pengacara Sambo dan Putri Candrawathi

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings