Hendardi: KPK Tak Akan Runtuh Tanpa Novel Baswedan dkk
Jumat, 4 Juni 2021 | 10:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Setara Institute, Hendardi meyakini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan tetap bekerja maksimal memberantas korupsi tanpa kehadiran 75 pegawai yang dinyatakan tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK), termasuk penyidik senior Novel Baswedan. Dikatakan Hendardi, KPK bekerja berdasarkan sistem dan kolektif kolegial.
"Inikan impresi yang dibuat sejak beberapa periode lalu. Bahwa, seolah-olah KPK tanpa orang-orang ini runtuh. Jebol, begitu. Saya kira ini satu kesan yang sangat keliru, karena KPK itu bekerja secara kolektif kolegial tentu saja," kata Hendardi saat diwawancarai Rudi S Kamri melalui akun Youtube Kanal Anak Bangsa yang dikutip, Jumat (4/6/2021).
Hendardi mengatakan, sistem di KPK telah terbangun dan berjalan. Penyidik, misalnya, diawasi oleh atasannya hingga ke tingkat pimpinan KPK. Demikian pula pimpinan diawasi oleh Dewan Pengawas. Selain sistem di internal, Hendardi mengatakan bahwa setiap kerja KPK diawasi oleh publik.
"Yang penting publik juga mengawasi terus kerja KPK. Coba KPK diam-diam saja, ribut pasti publik. Mana ini kerja pemberantasan korupsi," katanya. Untuk itu, Hendardi mengingatkan untuk tidak mengkultuskan individu tertentu atau mengglorifikasi atas kerja-kerja pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.
"Saya kira, yang dikesankan begitu. Itu jurus-jurus pendekar mabuk, saya kira, kalau yang mengesankan bahwa seolah-olah KPK tanpa mereka ini atau mengkultuskan indivudu. Mengglorifikasikan diri. Itu tidak pantas dan tidak tepat untuk lembaga semacam KPK. Karena itu, saya kira orang-orang ini, ya, tidak cukup pantas untuk menjadi pegawai KPK," katanya.
Hendardi yang merupakan anggota Panitia Seleksi Pimpinan KPK periode 2019-2023 mengatakan, terdapat persoalan serius di tubuh KPK sebelum kepemimpinan Jilid V. Persoalan itu adalah terbangunnya narasi atau kesan bahwa KPK adalah Novel Baswedan cs atau Novel Baswedan cs adalah KPK. Untuk itu, saat Novel Baswedan cs tidak lulus TWK muncul narasi yang menyebut KPK akan runtuh tanpa mereka.
"KPK itu dikesankan bahwa seolah-olah adalah orang-orang ini. Novel cs dan Novel adalah KPK. Kesan ini sebenarnya dibangun, ya, dan saya sudah dari beberapa waktu lalu tidak setuju. Termasuk, ketika saya ada di Pansel, saya menyatakan bahwa KPK ini bukan lembaga semacam production house yang menghasilkan artis. KPK tidak butuh artis," ujarnya.
Justru, kata Hendardi, kerja lembaga seperti KPK atau badan intelijen itu adalah kerja yang senyap dan kemudian nanti di ujungnya baru diperlihatkan hasil kerjanya. "Bahwa ada yang keliru mengesankan KPK ini ada pahlawan-pahlawannya dan ketika mereka kemudian bersuara dan tanpa dicek kembali kemudian dianggap sebagai suatu kebenaran," tutur Hendardi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




