ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dinamika Politik Pilpres 2024 Mulai Terlihat Akhir Tahun Ini

Minggu, 6 Juni 2021 | 16:52 WIB
LT
CP
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: PAAT
Ilustrasi pemilu.
Ilustrasi pemilu. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan mengatakan dinamika politik Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2024 akan mulai terlihat pada akhir tahun ini. Pasalnya, tahapan Pemilu 2024 sudah dimulai pada Maret 2022.

"Berarti mulai sekarang, partai-partai dan tokoh-tokoh yang punya potensi membantu partai untuk menyiapkan calon presiden (capres) akan mulai bergerak secara penuh. Paling tidak mulai akhir tahun ini. Nah dinamikanya akan berbeda," kata Djayadi kepada Beritasatu.com, Minggu (6/6/2021).

Dengan adanya dinamika politik yang akan mulai terlihat pada akhir tahun ini, Djayadi menegaskan kemungkinan tingkat elektabilitas PDI Perjuangan (PDIP) berpotensi menurun. Meski, saat ini PDIP memang unggul dalam hasil-hasil survei.

"Dugaan saya, mulai akhir tahun ini semua partai akan bergerak penuh. Jadi dinamikanya bisa berubah. Kalau partai di luar PDIP bisa bergerak lebih cepat dibandingkan PDIP, maka bisa memengaruhi dinamika elektabilitas," ungkap Djayadi.

ADVERTISEMENT

Tingkat elektabilitas PDIP, menurutnya, sangat tergantung pada tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja dan kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tergantung pada tingkat kepuasan terhadap Jokowi akan terus berlanjut atau tidak," ujar Djayadi.

Berikutnya, menurut Djayadi, tergantung pada partai-partai di luar PDIP. Jika partai-partai politik yang menjadi saingan dapat melakukan sosialiasi dan kampanye lebih baik dibandingkan PDIP atau dapat menggerakkan mesin partainya lebih baik, maka hal itu bisa mengubah atau memengaruhi dinamika elektabilitas.

"Ya kalau (PDIP) tidak bekerja secara penuh, bisa saja elektabilitasnya turun. Terutama kalau tingkat kepuasan masyarakat kepada Jokowi menurun. Kalau menurun dan PDIP tidak bekerja sebaik partai-partai lain melakukan kampanye atau sosialisasi, ya bisa turun," ucap Djayadi.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hercules Klaim Pernah Ditawari Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo

Hercules Klaim Pernah Ditawari Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo

NASIONAL
KPK Tak Temukan Bukti Uang Korupsi Taspen Mengalir ke Pilpres 2024

KPK Tak Temukan Bukti Uang Korupsi Taspen Mengalir ke Pilpres 2024

NASIONAL
Santai Bahas Rivalitas, Prabowo: Anies Bikin Mak-mak Kasihan ke Saya

Santai Bahas Rivalitas, Prabowo: Anies Bikin Mak-mak Kasihan ke Saya

NASIONAL
Prabowo: Saya Enggak Dendam Sama Anies, Dia yang Bantu Aku Menang

Prabowo: Saya Enggak Dendam Sama Anies, Dia yang Bantu Aku Menang

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon