Kasus Harian Covid-19 Masih Terus Naik, Satgas: Dampak Libur Idulfitri
Jumat, 11 Juni 2021 | 14:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kasus harian Covid-19 terus menunjukkan angka kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Pada Kamis (11/6/2021), kasus harian mencapai 8.892 atau naik dibanding Rabu (9/6/2021) sebanyak 7.725, dan pada Selasa (8/6/2021) sebanyak 6.294 kasus.
Menanggapi hal ini, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, kenaikan kasus terjadi karena dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya adalah efek dari libur Idulfitri 2021.
"Kenaikan kasus terjadi bisa karena banyak faktor, salah satunya bisa karena adanya efek libur Idulfitri kemarin," kata Wiku saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (11/6/2021).
Meski begitu, kata Wiku, kenaikan kasus kali ini lebih terkendali jika dibandingkan pascalibur Idulfitri tahun 2020. Hal ini karena persiapan penerapan kebijakan lebih optimal. "Kita bisa lihat persiapan kebijakannya juga lebih optimal," ujarnya.
Menurut Wiku, untuk pengendalian kasus saat ini, maka posko perlu meningkatkan optimalisasi operasional serta perlu adanya kerja sama pemerintah daerah di setiap tingkatan wilayah administrasi.
Sebelumya, Wiku menjelasn perbandingan peningkatan kasus 3 minggu pasca-Idulfitri tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu terdapat perbedaan yang signifikan. Di mana perkembangan kasus tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu.
Menurut Wiku, kenaikan kasus Covid-19 di tingkat provinsi pada tahun ini tidak sebesar tahun lalu. Tahun lalu, pascalibur Idulfitri terjadi kenaikan kasus di tingkat provinsi hingga hingga 500%. Namun tahun ini kenaikan paling tinggi sebesar 120%.
Kendati demikian, Wiku menyebutkan, tidak bisa hanya melihat keadaan di tingkat provinsi saja tetapi perlu memperhatikan keadaan di tingkat kabupaten/ kota. Pasalnya, kenaikan di beberapa kabupaten/kota terjadi secara signifikan.
"Kabupaten/kota ini yang berkontribusi besar dalam naiknya kasus di masing-masing provinsi ini," ucapnya pada konferensi pers tentang "Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia", Rabu (9/6/2021).
Sebagaimana diketahui, perbandingan kenaikan kasus Covid-19 dalam 3 minggu pasca-Idulfitri tahun 2020 lalu terjadi kenaikan 80,5%, sedangkan tahun 2021 ini kenaikannya hanya sebesar 53,4%. Adapun kenaikan pada Idulfitri 2020 dikontribusikan oleh 5 provinsi yakni Jawa Timur naik 535%, Sulawesi Selatan naik 293%, Kalimantan Selatan naik 113,8%, Jawa Tengah naik 44,2%, dan DKI Jakarta naik 38,4%.
Sementara pada Idulfitri tahun ini, kenaikan kasus hingga 53,4% dikontribusi oleh 5 provinsi yakni Jawa Tengah sebesar 120%, Kepulauan Riau naik 82%, Sumatera Barat naik 73%, DKI Jakarta 63%, dan Jawa Barat naik 23%.
Daerah dengan Kontribusi Kasus Tertinggi Covid-19
Berikut ini rincian kabupaten/kota dengan kontribusi kasus tertinggi per provinsi. Pertama, Jawa Tengah kasus dikontribusikan oleh Kudus 7594%, Jepara naik 685%, Sragen naik 338%, Kota Semarang naik 193%, dan Semarang naik 94%.
Kedua, Kepulauan Riau, kasus dikontribusikan oleh Kota Batam naik 257%, Karimun naik 116%, Natuna naik 100%, Bintang naik 81%, dan Kota Tanjung Pinang naik 13.
Ketiga, Sumatera Barat, kasus dikontribusikan oleh Pasaman Barat naik 157%, Agam naik 151%, Solok naik 128%, Dharmasraya naik 125%, dan Kota Padang naik 75%.
Keempat, DKI Jakarta kasus dikontribusikan oleh Jakarta Selatan naik 92%, Jakarta Timur naik 67%, Jakarta Pusat naik 57%, Jakarta Utara naik 43%, dan Jakarta Barat naik 42%.
Kelima, Jawa Barat kasus dikontribusikan oleh Ciamis naik 700%, Bandung naik 261%, Cianjur naik 188%, Karawang naik 152%, dan Cirebon naik 115%.
"25 kabupaten/ kota ini merupakan kabupaten/ kota dengan penyumbang tertinggi dari kenaikan kasus Covid-19 selama 3 minggu terakhir secara nasional," ucap Wiku.
Wiku mengatakan, dari data tersebut menunjukkan bahwa untuk melihat kondisi secara detail maka harus melihat keadaan di tingkat kabupaten/ kota.
"Jangan sampai terlambat hingga situasinya menjadi kritis dan tidak terkendali. Mohon kepada seluruh bupati dan wali kota dari seluruh kabupaten/kota ini untuk segera memperbaiki penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing," ucapnya.
Menurut Wiku, dengan kenaikan yang sangat signifikan, yakni di atas 100% harus segera ditindaklanjuti agar tidak menjadi permasalahan berkepanjangan dan memperparah kenaikan kasus secara nasional.
"Fokus penanganannya adalah dengan menurunkan kasus segera mungkin dan menekan tidak terjadi penularan karena apabila di kabupaten/ kota ini menurun maka kasus nasional akan menurun pula secara signifikan," ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




