ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pendukung Jokowi Ramai-ramai Tolak Gagasan Presiden Tiga Periode

Senin, 21 Juni 2021 | 05:41 WIB
YP
WP
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: WBP
Joko Widodo.
Joko Widodo. (YouTube BPMI Setpres)

Jakarta, Beritasatu.com – Gagasan mengusung Joko Widodo (Jokowi) menjadi presiden tiga periode yang dilontarkan Komunitas Jokpro 2024, mendapat penolakan dari berbagai pihak, terutama dari kelompok pendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

Setelah Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer, kini giliran mantan Kepala Sekretariat Direktorat Relawan TKN Jokowi (2019), Jay Octa yang menentangnya. Jay menyebut mereka yang berniat mendorong Jokowi sebagi capres pada Pilpres 2024 sebagai penumpang gelap yang cari muka.

Dalam amendemen Undang-Undang Dasar 1945, kata Jay, telah disepakati presiden maksimal menjabat dua periode, dengan harapan dapat melahirkan pemimpin-pemimpin baru dengan ide dan gagasan baru, sesuai kebutuhan zaman. "Jokowi juga telah menegaskan tidak mau (tiga periode), meski nanti Undang-Undang Dasarnya diamendemen lagi," kata Jay di Jakarta, Minggu (20/6/2021).

Polemik soal Jokowi presiden tiga periode menguat terutama setelah sekelompok orang yang tergabung dalam Komunitas Jokowi-Prabowo (Jokpro) 2024 meresmikan Sekretariat Nasional (Seknas) di Jalan Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu kemarin.

ADVERTISEMENT

Komunitas Jokpro 2024 akan menggalang kekuatan untuk memajukan pasangan Jokowi Widodo dan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.

Jokpro 2024 dipimpin Baron Danaddono (ketua umum) dan Timothy Ivan Triyono sebagai sekjen. Sementara Direktur Eksekutif Indobarometer, M Qodari berada pada posisi sebagai penasihat.

Jay Okta mengatakan, Jokowi adalah sosok yang santun dan tidak haus kekuasaan. Mantan Wali Kota Solo itu sudah merasa cukup memimpin Indonesia dua periode. "Dengan begitu Jokowi tidak ingin menghambat hadirnya pemimpin baru, pemimpin muda," tandas dia.

Jay mempertanyakan jati diri orang-orang Jokpro 2024. "Saya tidak mengenal para deklarator Seknas Jokpro, yang ada hanya Seknas Jokowi pimpinan almarhum Bang Yamin. Semua nama relawan tersimpan rapi di database Direktorat Relawan TKN, tidak ada nama-nama mereka," tegas dia.

Lebih lanjut, Jay juga mengingatkan, para relawan Jokowi sebaiknya melupakan wacana Jokowi presiden tiga periode. Karena saat ini ada persoalan genting yang mendesak segera dituntaskan yakni pandemi Covid-19. "Konsentrasi pemerintah dan kita semua sebagai relawan adalah fokus terkait penanganan pandemi. Itu jelas disampaikan oleh Presiden Jokowi saat membuka Rapimnas Seknas Jokowi 12 Juni lalu," ujar Jay.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon