ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Epidemiolog Ingatkan Peningkatan Kasus Covid-19 di Daerah Luar PPKM Darurat

Sabtu, 3 Juli 2021 | 08:14 WIB
MB
BW
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: BW
Personel gabungan melakukan penyekatan terkati Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jalan Raya Bogor, Jakarta, Sabtu, 3 Juli 2021. dini hari.
Personel gabungan melakukan penyekatan terkati Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jalan Raya Bogor, Jakarta, Sabtu, 3 Juli 2021. dini hari. (Antara/Yogi Rachman)

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah menerapkan kebijkaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat untuk Pulau Jawa dan Bali mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021

Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, PPKM darurat ini upaya untuk mengurangi dampak yang besar dari pelayanan kesehatan dan antisipasi penyebaran varian baru yang penularannya sangat cepat.

Oleh karena itu, ia mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi peningkatan kasus akibat varian baru di luar wilayah Pulau Jawa dan Bali. Pasalnya, varian Delta telah menyebar hampir seluruh Indonesia.

"Walaupun di luar Jawa dan Bali, penduduknya lebih sedikit mereka adalah bangsa kita. Menurut saya harus diantisipasi sebelum terjadi kebakaran. Bagaimana cara memadamkan api yang kecil kecil itu. Paling tidak PPKM darurat dilaksanakan pada daerah yang ditemukan varian baru," kata Miko pada dialog virtual, Jumat (2/7/2021).

ADVERTISEMENT

Miko juga mengingatkan kepada pemerintah pusat dan Satgas Penanganan Covid-19 untuk mengimbau pemerintah daerah (pemda) agar waspada terhadap varian baru.

Dalam hal ini, apabila ditemukan banyak klaster Covid-19, maka harus segera melakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) untuk memastikan varian baru.

Pada kesempatan sama, Miko mendorong pemerintah mempercepat cakupan vaksinasi agar 270 juta penduduk Indonesia terlindungi. Pasalnya, vaksinasi merupakan upaya untuk memperkecil dampak Covid-19 di masyarakat.

Miko menyarankan, pemerintah sebaiknya tidak perlu memaksakan untuk mencapai capai target 2 juta dosis per hari. Menurutnya, target 2 juta suntikan per hari akan sulit tercapai karena logistik vaksin jadi Indonesia yang tersedia saat ini belum sampai 100 juta dosis.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah untuk membeli vaksin agar pada Juli ini, Indonesia memiliki 120 juta dosis vaksin jadi.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon