Evaluasi Kabinet Jokowi, Kajian LPI: Kinerja Kepala BIN Terbaik
Kamis, 8 Juli 2021 | 23:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Hasil studi Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) menempatkan kinerja Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan (BG) sebagai yang terbaik.
Direktur LPI Boni Hargens menyebutkan bahwa penempatan itu didasari oleh hasil riset kualitatif dan wawancara mendalam terhadap sejumlah pakar untuk memotret performa kabinet Indonesia Maju Jilid II yang dilakukan selama Januari-Juni 2021.
LPI ingin mengukur kinerja kabinet dalam merespons badai pandemi Covid 19.
Dari hasil riset tersebut, didapati performa institusi BIN yang dikomandoi oleh BG berada pada rating terbaik berdasarkan tiga indikator besar dengan 20 subindikator turunannya. Ketiga indikator itu adalah leadership (kepemimpinan), poliecies (kebijakan) dan responsiveness (daya tanggap).
Boni mengulas, pendekatan ini lazim digunakan di sejumlah negara yang demokrasinya relatif lebih mapan. Dari ketiga pendekatan yang penilaiannya diberikan secara subjektif oleh para pakar, LPI menguantifikasi pengukuran dengan memberikan bobot terhadap ketiga dimensi indikator itu.
Indikator leadership memberi kontribusi 30 persen kepada nilai kinerja, indikator policies menyumbang 20 persen dan indikator responsiveness diberi porsi terbesar yaitu 50 perusahaan dari total pengukuran.
"Penentuan ini menunjukkan bahwa LPI menitikberatkan pada sektor daya tanggap dalam mengukur kualitas performa para menteri dan pimpinan lembaga negara," ujar Boni di Jakarta, Kamis (08/7/2021).
Boni menjelaskan, dari ketiga dimensi indikator itu, institusi BIN sejak digawangi oleh Budi Gunawan, terlihat banyak aspek perubahan yang signifikan dilakukan dan lebih optimal. Walau kredo BIN itu bekerja dalam senyap, kata dia, institusi ini mampu merespon gelombang pandemi sejak awal sampai kini.
Hal itu terjadi lantaran dari ketiga dimensi indikator itu, Kepala BIN BG berada pada skor tertinggi yang relatif sama hasil penilaiannya dengan kinerja Panglima TNI dan Kapolri.
"Dari survei kualitatif itu, didapati keterangan dan informasi bahwa banyak program dan kegiatan yang dijalankan BIN dalam menangani pandemi Covid-19 yang barangkali tidak banyak orang tahu. Kerjasama dengan berbagai pihak eksternal dalam menyediakan rapid test gratis untuk masyarakat, ketersediaan mobil keliling di sejumlah kota besar untuk memberikan layanan tes gratis bagi masyarakat, pengadaan posko bantuan di berbagai kota, dan berbagai kegiatan lain yang sangat krusial dan efektif untuk menekan potensi keterpaparan warga dari virus corona," terang Boni.
Termasuk, lanjut Boni, stabilitas keamanan di daerah rawan konflik, seperti di Papua hingga kasus terorisme di Makassar. Para pakar dari berbagai latar yang diwawancarai secara mendalam oleh tim LPI, menyebutkan bahwa hampir semua indikator kinerja BG sangat optimal untuk menciptakan stabilitas keamanan di daerah rawan konflik, utamanya konflik bersenjata.
"Dari informasi mereka itu kami mendapati bahwa tipikal Pak BG itu kerja senyap, tapi tuntas. Bukan hanya masalah Papua tetapi pasca-Pilpres hingga pelantikan Presiden yang aman dan damai kemarin karena tangan dingin Budi Gunawan," ungkap Boni.
LPI, kata Boni berkesimpulan, BIN di bawah kepemimpinan BG berperan signifikan dalam menciptakan situasi negara aman dan damai. Selain itu, hubungan BG yang baik dengan institusi lain seperti Polri dan TNI dinilai bermanfaat dalam kolaborasi antar institusi negara untuk menciptakan situasi yang aman.
"Meskipun jarang terekspos, itulah ciri khas intelijen, bekerja dalam senyap, namun berhasil tuntas. Fungsi kolaborasi, koordinasi, kebijakan, langkah serta daya tanggap dan bahkan di hampir semua indikator yang kami kategorikan itu rating Pak BG berada di skor tertinggi," tutur Boni.
Lebih lanjut, Boni menjelaskan bahwa metodologi studi ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dikuantifikasikan dalam rangka menyederhanakan realitas kinerja kabinet yang kompleks.
"Tentu saja tidak ada kajian sempurna untuk menangkap betapa kompleksnya persoalan kinerja institusi negara. Namun, LPI berusaha melakukan analisis kualitatif dengan ramuan metode kuantitatif sederhana sebagaimana diterapkan oleh lembaga watchdog internasional seperti Freedom House di Washington, Amerika Serikat, dalam mengukur peta kebebasan demokratik di dunia," pungkas Boni.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




