ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemkes Siapkan 20 Juta Vaksin untuk Anak Usia 12-17 Tahun

Minggu, 11 Juli 2021 | 17:46 WIB
NW
JM
Penulis: Natasia Christy Wahyuni | Editor: JEM
Siti Nadia Tarmizi.
Siti Nadia Tarmizi. (bnpb.go.id)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) mengalokasikan 20 juta vaksin Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun yang akan diberikan secara bertahap. Sejauh ini, Kemkes telah memvaksin 153.000 anak secara nasional.

"Ada 20 juta anak yang berusia 12-17 tahun yang berada di jenjang pendidikan formal atau tidak berada di jenjang pendidikan. Jadi alokasinya kurang lebih 20 juta tapi tentunya bertahap," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, dr Siti Nadia Tarmizi, dalam konferensi pers terkait hasil survei Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengenai vaksinasi anak dan pembelajaran tatap muka (PTM), Minggu (11/7/2021).

Menurut Nadia, meski vaksin anak sudah diizinkan, pemerintah saat ini masih menjadikan orang berusia di atas 18 tahun sebagai sasaran utama vaksinasi. Alasannya, peningkatan kasus pada anak saat ini karena masih tidak terkendalinya laju penularan di kalangan orang dewasa.

"Bukan berarti anak-anak tidak menjadi prioritas, tapi yang lebih pentng saat ini adalah usia di atas 18 tahun karena data mengatakan bahwa betul kematian dan kesakitan pada anak meningkat tapi karena masih banyak orang dewasa di sekitarnya belum divaksin," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Nadia menegaskan perlindungan terbaik pada anak saat ini adalah menghindari risiko penularan dari orang dewasa. Dia menyebut angka kasus pada anak meningkat karena banyaknya orangtua yang mengajak anak bersilaturahmi kepada anggota keluarga lainnya atau anak diajak pergi ke tempat wisata dan mal/pusat perbelanjaan.

"Ini seharusnya tidak dilakukan orang tua, kecuali memang hanya ke sekolah sudah jelas. Anak pergi dari rumah ke sekolah lalu pulang lagi. Jadi komunitasnya sudah jelas karena guru dan tenaga pendidik sudah divaksin," kata Nadia.

Nadia mendorong orang tua agar memiliki pemahaman yang benar tekait protokol kesehatan termasuk menghindari mengajak anak ke tempat yang berisiko. Meski demikian, pemerintah secara paralel akan tetap melakukan vaksinasi kepada anak dengan kerja sama antara dinas pendidikan di provinsi atau kabupaten/kota dan sekolah.

"Dikarenakan laju penularan (pada orang dewasa) sangat tinggi, maka kita belum mengakselerasi vaksin anak. Kita menunggu kerja sama dinas pendidikan dan sekolah," kata Nadia.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon