ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dirjen Dikti: Kehadiran ICE Institute Jadi Mata Air bagi Seluruh Perguruan Tinggi

Kamis, 29 Juli 2021 | 16:01 WIB
MB
JM
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: JEM
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud) Prof. Nizam berkunjung ke Redaksi BeritaSatu Media Holdings yang diterima oleh COO BeritaSatu Media Holdings Anthony Wonsono, Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu dan Pemimpin Redaksi BeritaSatu.com Aditya Laksmana Yudha, Manager News Magazine BeritaSatu TV Rudy Andanu, Jakarta, Rabu (16/6/2021).
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud) Prof. Nizam berkunjung ke Redaksi BeritaSatu Media Holdings yang diterima oleh COO BeritaSatu Media Holdings Anthony Wonsono, Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu dan Pemimpin Redaksi BeritaSatu.com Aditya Laksmana Yudha, Manager News Magazine BeritaSatu TV Rudy Andanu, Jakarta, Rabu (16/6/2021). (BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah/Emral Firdiansyah)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Nizam mengatakan, kehadiran Indonesia Cyber Education (ICE) Institute dapat menjadi mata air bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Hal ini disampaikan Nizam pada pada Grand Launching Lokapasar Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute) secara daring pada Rabu (29/7/2021).

Untuk itu, Nizam berharap kehadiran ICE Institute pada era teknologi ini jangan dilihat sebagai sebuah ancaman tetap peluang memberikan akses bagi perguruan tinggi di pelosok yang mungkin tidak mempunyai akses terhadap sumber belajar berkualitas tinggi.

Adanya ICE Institute, semua perguruan tinggi mendapatkan akses kepada pengajar atau profesor yang mumpuni dari universitas yang tergabung dalam konsorsium ICE Institute, dan juga bahan ajar kelas dunia

ADVERTISEMENT

"Saya berharap kehadiran ICE Institute bisa menjadi pengungkit pada perluas akses pada pembelajaran berkualitas bagi seluruh mahasiswa dan perguruan tinggi di Tanah Air," kata Nizam dilansir dari tayangan Youtube Universitas Terbuka, Kamis (29/7/2021).

Nizam menambahkan, dengan semangat Kampus Merdeka dan bergotong royong, semua pihak dapat bekerja sama mempercepat pelayanan pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Dalam hal ini, dapat meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi dan memberikan akses berkualitas dengan biaya yang murah dan terjangkau kepada seluruh anak bangsa.

Pada kesempatan, Nizam juga mengatakan, ICE Institute hadir untuk memperluas akses pendidikan untuk semua anak bangsa dari Sabang sampai Merauke.

"ICE Institute hadir sebagai platform untuk berbagai semangat gotong royong dan sharing yang harus dibangun bersama-sama saling peduli dan saling asuh antar perguruan tinggi," kata Nizam.

Pada kesempatan sama, Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof Ojat Darojat menyebutkan, ICE Institute saat ini menjadi lokapasar digital dengan 14 perguruan tinggi negeri dan swasta yang terlibat seperti UT, Universitas Bina Nusantara (Binus), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi 10 Nopember (ITS), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Unika Atma Jaya, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Sebelas Maret, (UNS), Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Pradita, Telkom University, dan Universitas Diponegoro (Undip) serta Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia.

Selain itu ikut bergabung perguruan tinggi ternama internasional yang tergabung dalam lokapasar EdX yang dimotori oleh Universitas Harvard dan MIT Amerika Serikat.

"Ke depan semakin banyak perguruan tinggi atau instansi pemerintah yang terlibat baik secara sebagai sumber atau pengguna materi," ucapnya.

Ojat menyebutkan ICE Institute merupakan perwujudan program Direktorat Dikti Kemdikbudristek untuk mendukung kebijakan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka.

Oleh karena itu, pemerintah melalui ICE Institute menyediakan beasiswa Merdeka Belajar untuk semua dengan kuota 14.550 beasiswa per semester untuk mengambil berbagai mata kuliah melalui ICE Institute, saat ini berjumlah 165 mata kuliah dari PT papan atas Indonesia, dan 2.500 slot peserta untuk mengambil 1.381 matakuliah dari edX.

Selain itu, tersedia juga akses ke berbagai kursus terbuka bahasa Inggris yang dikelola oleh instruktur dari berbagai kampus bereputasi di Amerika Serikat (AS) yang dikelola oleh RELO Kedutaan Besar Amerika Serikat Jakarta.

Ke depan, ICE Institute akan terus memperluas jejaring kerjasama dengan banyak pihak untuk meningkatkan jumlah konten pembelajaran yang berkualitas, serta menyediakan layanan pembelajaran daring yang dinamis.

"Ini menjadi salah satu jawaban dan solusi strategis yang diambil oleh pemerintah dalam mengaplikasikan Merdeka Belajar bagi seluruh masyarakat. Pembelajaran daring dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat mulai dari perkotaan hingga pelosok Indonesia," katanya.

Untuk melengkapi layanan kepada masyarakat Indonesia, Ojat menyebutkan, ICE Institute juga dilengkapi dengan teknologi blockchain yang mencatat semua penempuhan dan perolehan mata kuliah oleh peserta pembelajaran secara daring yang dapat dihubungkan dengan job market.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dirjen Dikti: 22.000 Mahasiswa Terdampak Banjir Aceh, Sumut-Sumbar

Dirjen Dikti: 22.000 Mahasiswa Terdampak Banjir Aceh, Sumut-Sumbar

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon