Ketua DPD: Pandemi Ungkap Ketergantungan Industri Kesehatan akan Impor
Senin, 16 Agustus 2021 | 10:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPD, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 memberikan hikmah terbesar yakni kita sebagai bangsa mengetahui kelemahan-kelemahan fundamental yang selama ini belum terungkap secara terang-benderang.
"Tentu hikmah ini bukan untuk direnungi saja. Tetapi menjadi titik awal pekerjaan besar bangsa ini ke depan," kata La Nyalla dalam pidatonya di sidang bersama MPR/DPR/DPD, bersama Presiden Joko Widodo dan Wapres Maruf Amin, Senin (16/8/2021).
Dia lalu membeberkan maksudnya. Dengan pandemi, menurutnya, semua bisa menyaksikan dan melihat sendiri bagaimana ketahanan sektor kesehatan Indonesia. Ketika terjadi ledakan korban Covid-19, rumah sakit nyaris collapse. Tenaga medis berguguran. Fasilitas kesehatan dan alat medis yang kekurangan di sana-sini.
"Juga kualitas kesehatan masyarakat kita yang ternyata rentan dengan komorbid," kata La Nyalla.
Situasi itu juga membuat kita jadi mengetahui dengan terang benderang bagaimana industri alat kesehatan Indonesia yang masih didominasi produk impor.
"Sementara beberapa anak bangsa yang mencoba memproduksi sejumlah alat pendukung medis di tengah pandemi belum mendapat kepercayaan dari kita sendiri. Mulai dari ventilator sampai Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara," urainya.
Pandemi juga memberikan hikmah kepada kita di sektor pendidikan yang selama ini tidak terbuka secara terang benderang. Yaitu kualitas pembelajaran ketika dihadapkan kepada pola baru, belajar dari jarak jauh atau online. Termasuk kesiapan dukungan sarana dan dukungan infrastruktur di desa dan pelosok negeri.
Pandemi juga memberi hikmah tentang ketahanan sektor sosial bangsa ini. Terutama bagaimana negara hadir menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial.
"Penyempurnaan database terhadap penerima bantuan harus menjadi pekerjaan kita hari ini. Apalagi dengan karakteristik penduduk yang memiliki mobilitas urbanisasi yang tinggi. Ditambah dengan banyaknya penduduk yang belum tersentuh akses perbankan," urainya.
Pandemi juga memberi hikmah untuk memikirkan ulang bagaimana ketahanan ekonomi bangsa di sektor produksi dalam negeri. Mulai dari skala UKM hingga menengah besar.
UMKM yang mengandalkan transaksi langsung di pasar merasakan dampak dari konsekuensi pembatasan, sementara marketplace melalui sejumlah unicorn lebih banyak diisi barang impor dan hanya menjadikan anak bangsa sebagai dropshipper dan pedagang yang membuka toko saja.
"Tentu banyak hikmah dan tugas berat yang masih harus kita kerjakan sebagai negara yang diharapkan tangguh dan tumbuh ini. Tetapi yakinlah bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Selama kita tidak berputus asa terhadap rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa," bebernya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




