Pakar Afrika Sebut Lockdown Ketat Bukan Lagi Cara Jitu Cegah Covid-19
Kamis, 6 Januari 2022 | 20:42 WIB
Johannesburg, Beritasatu.com - Pejabat senior kesehatan masyarakat Afrika pada Kamis (6/1/2022) mengaku, ia merasa terdorong dengan cara Afrika Selatan (Afsel) mengatasi gelombang terbaru Covid-19 yang dipicu varian Omicron dan menganggap penguncian (lockdown) ketat bukan lagi cara jitu untuk membendung virus.
"Kami sangat termotivasi dengan apa yang kami lihat di Afrika Selatan selama periode ini, di mana kami melihat data dalam hal tingkat keparahan," kata direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Afrika (CDC Afrika), John Nkengasong, saat konferensi pers.
"Masa-masa pemberlakuan lockdown ketat sebagai senjata, berakhir. Kita harus benar-benar melihat bagaimana kita menggunakan langkah-langkah sosial dan kesehatan masyarakat yang lebih hati-hati dan seimbang seiring meningkatnya tingkat vaksinasi."
Baca Juga: Lockdown Austria Disambut Para Dokter
Afsel menghadapi lonjakan drastis infeksi Covid-19 sejak akhir November, pada waktu dunia diberikan sinyal kehadiran varian Omicron. Infeksi baru kemudian memuncak pada pertengahan Desember.
Akan tetapi, semenjak itu kasus baru kembali turun dan pemerintah tidak menerapkan lagi pembatasan ketat seperti pada gelombang infeksi sebelumnya.
"Jumlah infeksi meningkat tajam, tetapi juga menurun sangat, sangat drastis... Saya rasa itulah pelajarannya bahwa kita mesti belajar dari apa yang telah dilakukan Afrika selatan untuk menangani ini," kata Nkengasong.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




