Kabareskrim: pengamat jangan asal bicara
Jumat, 21 Januari 2011 | 13:46 WIB
" …jangan sampai tidak tahu masalah, disampaikan ke masyarakat. Itu bisa membuat masyarakat jadi tidak percaya lagi dengan institusi Polri.."
Kepala Badan Reserse Kriminal Komjen Ito Sumardi meminta para pengamat jangan merecoki pengungkapan kebenaran atas kasus Gayus Tambunan karena bisa membingungkan masyarakat.
"Ada yang menamakan pengamat hukum, pengamat sosial, dan sebagainya di beberapa media. Saya selalu mencermati dan mengikuti media. Dan apa yang disampaikan itu sama sekali tidak benar. Dia [pengamat] tidak tahu sama sekali apa yang dilakukan, tetapi disampaikan secara luas kepada masyarakat," kata Ito di sela-sela Rapim TNI/Polri 2011, di Balai Samudera, Jakarta, hari ini.
Menurut Ito, pandangan para pengamat yang mencermati penanganan kasus Gayus mengakibatkan masyarakat menerima gambaran bahwa pemerintah sudah sedemikian rusak.
"Sehingga masyarakat awam yang tak tahu apa yang sebenarnya menjadi terprovokasi. Kalau memang mau, silakan datang ke kepolisian. Hal yang tidak bisa kami ungkap, mari kami akan sampaikan. Tapi jangan sampai tidak tahu masalah, disampaikan secara luas ke masyarakat. Itu bisa membuat masyarakat menjadi tidak percaya lagi dengan institusi Polri, pajak, maupun imigrasi," katanya.
Harus berdasarkan bukti
Ito mengaku tidak mempermasalahkan pendapat para pengamat mencermati penanganan kasus Gayus. Namun pendapat itu harus berdasarkan bukti. "Jadi, kalau mau ungkap, harus berdasarkan bukti. Jangan jadi kontraproduktif. Penegakan hukum mutlak harus dilakukan. Tapi jangan sampai masyarakat menjadi seperti tidak percaya lagi kepada pemerintah," kata Ito.
Menurutnya, pendapat para pengamat hanya didasarkan pada penanganan satu kasus saja yaitu penanganan kasus Gayus. "Memang [kasus Gayus] itu berdampak besar karena diberitakan oleh teman-teman media. Rakyat dan masyarakat perlu tahu. Tapi tidak perlu ditimpali lagi, seolah-olah ini sudah sedemikian parahnya," kata dia.
Kabareskrim berharap masyarakat tidak terus menerus diberi data dan fakta yang salah tentang perkembangan kasus Gayus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




