ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menteri PPPA: Anak-anak Rentan Jadi Korban Kekerasan di Ranah Digital

Minggu, 20 Februari 2022 | 18:32 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia Bintang Puspayoga dalam acara diskusi “Tips Berinternet Aman dan Nyaman” dalam rangkaian peringatan Hari Internet Aman Sedunia, Minggu, 20 Februari 2022.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia Bintang Puspayoga dalam acara diskusi “Tips Berinternet Aman dan Nyaman” dalam rangkaian peringatan Hari Internet Aman Sedunia, Minggu, 20 Februari 2022. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengaku prihatin dengan nasib anak-anak yang hingga kini masih menjadi kelompok rentan yang memiliki risiko menjadi korban kekerasan, termasuk dalam ruang digital.

Baca Juga: Bimbing Anak Gunakan Gawai dengan Cerdas

Dikatakan Bintang, berkembang pesatnya laju teknologi dan informasi banyak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan pada anak-anak, seperti adiksi gawai internet, adiksi pornografi, cyber bullying, eksploitasi seksual anak di ranah daring, dan juga kekerasan lain yang berbasis online.

"Berdasarkan data KPAI pada 2021, terdapat 345 anak korban pornografi dan cybercrime, serta sebanyak 19 anak menjadi pelaku pornografi, cybercrime dan perundungan di dunia maya," kata Bintang dalam acara diskusi "Tips Berinternet Aman dan Nyaman" dalam rangkaian peringatan Hari Internet Aman Sedunia, Minggu (20/2/2022).

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Beromzet Ratusan Juta, Bandar Pornografi Anak Berhasil Ditangkap

Bintang menambahkan, maraknya kasus grooming pornografi, bullying hingga eksploitasi seksual anak secara online menjadi peringatan untuk kita semua agar menjaga privacy dalam beraktivitas di dunia digital. Semua pihak, lanjut dia, perlu bersama-sama membangun ekosistem positif bagi dunia digital yang ramah anak.

"Dengan bergandengan tangan, di mana seluruh pemangku kepentingan menciptakan lingkungan yang positif, supporting dan ramah anak, yakinlah Indonesia akan bangkit menjadi negara yang maju dan hebat menuju Indonesia Layak Anak 2030 dan Indonesia Emas 2045," kata Bintang.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon