Soal Serangan Teror ke Panja Vaksinasi Ini Pandangan Pengamat
Senin, 11 April 2022 | 17:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Analis politik dan Direktur IndoStrategy Research and Consulting, Arif Nurul Imam menilai terjadi perebutan kepentingan ekonomi atas program vaksin. Hal tersebut pada akhirnya membuat vaksin halal sampai saat ini sulit untuk masuk ke dalam daftar vaksinasi booster atau vaksinasi penguat.
Ia pun mengatakan pasti ada oknum-oknum yang selalu ingin mencari keuntungan dalam setiap program pemerintah, terutama program vaksinasiini.
Baca Juga: Vaksinasi Covid-19, Dosis Lengkap Tercatat 161,5 Juta Suntikan
"Saya kira namanya program pemerintah itu kan selalu ada (siapa) yang diuntungkan, (siapa) yang dapat proyek. Vaksinasi ini tentu saja tak lepas dari perebutan kepentingan ekonomi politik," ungkap Arif melalui keterangan, Senin (11/4/2022).
Salah satu cara yang biasa dilakukan oleh oknum mafia vaksin, menurutnya, dengan melakukan teror yang menyerang psikis terhadap pihak yang berusaha untuk menghalangi-halangi agenda mereka. Tanpa terkecuali dalam hal ini, Anggota Komisi IX yang tergabung dalam Panja Vaksinasi dan berusaha menghadirkan vaksin Merah Putih yang halal.
"Kalau kemudian ada teror psikis untuk melemahkan Panja Vaksin ini, tentu saja itu harus dipahami sebagai upaya yang dibawa oleh para peneror ini. Artinya begini, mungkin saja ada yang terganggu dan tetap ingin menguasai-mendapatkan untung tender tersebut," ucapnya.
Baca Juga: Ini Kelebihan Vaksin Merah Putih yang Tidak Dimiliki Vaksin Lainnya
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




