ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Saiful Mujani: Ada Kelompok Tertentu yang Sangat Tidak Disukai Masyarakat

Jumat, 15 April 2022 | 16:20 WIB
LT
CP
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: PAAT
Saiful Mujani.
Saiful Mujani. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Pendiri Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) Saiful Mujani mengungkapkan ada kelompok tertentu yang sangat tidak disukai masyarakat selama delapan tahun terakhir. Sayangnya, ia tidak mau menyebut kelompok yang mendapatkan rasa tidak suka dari masyarakat Indonesia tersebut.

Saiful mengatakan hal itu terungkap ketika pihaknya melakukan studi terkait toleransi di masyarakat. SMRC menanyakan terkait seberapa toleran dan seberapa tidak toleran masyarakat Indonesia. Pertanyaan mendasar dalam studi itu, yakni menanyakan masyarakat terkait kelompok atau siapa yang paling tak disukai.

"Hasil jumlahnya fluktuatif, tetapi ada mayoritas kelompok yang tidak disukai masyarakat yang mengalami kenaikan jumlah rasa tidak suka setiap tahun, bahkan delapan tahun terakhir mengalami kenaikan," kata Saiful Mujani dalam acara bedah politik bersama Saiful Mujani bertajuk "Masyarakat Kita Makin Intoleran?" yang disiarkan SMRC TV sebagaimana dikutip Beritasatu.com, Jumat (15/4/2022).

Baca Juga: Sambil Terisak, Saiful Mujani Akui Sulit Terima Penganiayaan Ade Armando

ADVERTISEMENT

Kelompok yang tidak disukai masyarakat ini sempat menembus angka ketidaksukaan antara 81-85 persen dan sempat mengalami penurunan. Namun, mulai 2013 hingga kini angka ketidaksukaan kembali mengalami kenaikan.

"Kalaupun kita tidak suka ini jumlahnya fluktuatif, tetapi mayoritas kita di sini ada yang menyebutkan mayoritas warga itu mengatakan ada kelompok yang paling dia tidak sukai, fluktuatif sempat 81 persen, 85 persen, kemudian turun, tetapi kemudian setelah 2013 naik kembali. Jadi, delapan tahun terakhir mengalami kenaikan. Sementara yang mengatakan tidak ada, bukan mayoritas," katanya.

Kemudiaan pihaknya juga menanyakan kepada masyarakat, apakah kelompok atau individu yang sangat tidak disukai tersebut menghalangi hak orang menyampaikan pendapat itu toleran atau intoleran.

Baca Juga: Relawan Anies Bantah Terlibat Pengeroyokan Ade Armando

"Yang menunjukkan ketidaksukaan itu, kita kemudian kejar, apakah orang yang tidak suka tersebut itu menghalang-halangi hak orang untuk mendapatkan hak-hak pihak yang dia enggak suka? kalau dia menghalangi dia tidak toleran, kalau dia tidak menghalangi dia tidak toleran," terang Saiful.

Selanjutnya, Saiful mengungkapkan beberapa indikator yang dipakai untuk mengetahui apakah toleran atau tidak toleran di antaranya, apakah kelompok yang mereka tidak sukai boleh berpidato, boleh berpawai, boleh menjadi guru negeri, hingga pertanyaan terkait apakah kelompok tersebut boleh menjadi Presiden hingga pejabat publik.

"Hasilnya mayoritas menolak atau tidak setuju. Rata-rata 90 persen tidak setuju keberatan. Artinya tidak toleran. Lalu pawai di daerah itu bawa poster tidak boleh (hasilnya) 90 persen. Konsisten (menolak). Menjadi guru negeri secara umum enggak boleh juga. Fluktuatif. 95 persen di tahun 2017 angkanya. Lalu enggak boleh jadi presiden, jadi bupati. Menjadi pejabat pemerintah juga tinggi (ketidaksetujuan). Jadi tingkat toleransinya menguat," katanya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Saiful Mujani Dilaporkan ke Polda Metro Buntut Bicara Jatuhkan Prabowo

Saiful Mujani Dilaporkan ke Polda Metro Buntut Bicara Jatuhkan Prabowo

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon