ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Puan Minta Pemerintah Serius Menangani PMK pada Hewan Ternak

Rabu, 18 Mei 2022 | 18:20 WIB
YP
CP
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: PAAT
Ketua DPR Puan Maharani di Pasar Jungke, Karanganyar, Jawa Tengah.
Ketua DPR Puan Maharani di Pasar Jungke, Karanganyar, Jawa Tengah. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPR Puan Maharani mengingatkan agar pemerintah memperhatikan permasalahan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak yang telah bermunculan di sejumlah daerah. Puan khawatir apabila wabah itu tak segera dituntaskan, maka dapat berdampak terhadap rantai pasokan daging, terlebih saat menghadapi Iduladha.

"Kami berharap pemerintah serius menangani penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak yang telah menjangkiti di berbagai daerah, termasuk wilayah sentra hewan ternak. Kita juga harus bisa memastikan stok hewan ternak untuk keperluan kurban pada hari raya Iduladha tahun ini aman walaupun PMK tengah merebak," ujar Puan kepada wartawan, Rabu (18/5/2022).

Menurut Puan, jika pengendalian PMK tak dilakukan dengan baik, peternak akan terpuruk dan pastinya akan mengganggu rantai pasok daging yang ujungnya berpengaruh kepada masyarakat. Puan pun meminta pemerintah memperhatikan kegelisahan peternak yang daerahnya belum ada penyebaran PKM.

Baca Juga: Imbas PMK, Penjualan Sapi di Pasar Bringkit Bali Anjlok

ADVERTISEMENT

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu mendorong pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah melakukan antisipasi. "Meskipun persentase kematian terhadap hewan ternak akibat PMK tidak terlalu tinggi, apabila tidak diatasi dengan optimal akan membuat harga ternak jatuh dan mempengaruhi pasokan daging," ujarnya.

Meski begitu, politikus PDI Perjuangan ini meminta peternak untuk tidak khawatir berlebihan. Puan mengatakan hal yang terpenting adalah selalu melakukan pengawasan terhadap hewan-hewan ternak.

"PMK ini bisa diobati. Segera isolasi ternak yang positif PMK dan obati. Jangan dipindahkan sampai benar-benar sembuh agar tidak menularkan ke ternak lainnya. Dan terus berkoordinasi dengan dinas terkait agar penelusuran dapat segera dilakukan ke daerah-daerah sekitarnya," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon