“Semut Merah”, Nama Koalisi PKB dan PKS
Kamis, 9 Juni 2022 | 23:53 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid atau akrab disapa Gus Jazil menyebutkan alasan pihaknya menamakan koalisi PKB dan PKS sebagai koalisi "semut merah". Pasalnya, kata Gus Jazil, koalisi ini merupakan gabungan partai-partai kecil yang akan berhadapan dengan gajah atau partai-partai besar.
"Kenapa saya sebut ‘semut merah’, karena yang kecil-kecil saja dicoba. Yang ‘gajah-gajah’ sendiri, yang kecil-kecil buat sendiri," ujar Gus Jazil di gedung DPR, kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (9/6/2022).
Selama ini, menurut Gus Jazil, koalisi partai terjadi karena partai kecil bergabung dengan partai besar. Hanya saja, kata Gus Jazil, partai kecilnya kadang tidak memiliki peran apa-apa dalam koalisi.
Baca Juga: PKB Lirik Tokoh Nonparpol untuk Jadi Cawapres, Siapa Saja?
"Kan kita ini sering berkoalisi semut dengan gajah di suatu tempat. ‘Semut-nya’ juga enggak dapat peran apa-apa," tandas dia
Menurut Gus Jazil, tidak menjadi masalah jika nanti terjadi pertarungan koalisi ‘gajah dan semut’ pada Pilpres 2024. Hal yang terpenting, kata dia, kontestasi berlangsung sportif, damai, tidak ada politik identitas dan saling menjatuhkan satu sama lain.
"‘Semut dan gajah’ diadu dengan sportif tanpa saling curiga," ungkapnya.
Sebelumnya, Gus Jazil mengatakan PKB dengan PKS memiliki romantisme masa lalu ketika bergabung dalam koalisi poros tengah bersama sejumlah parpol berbasis Islam lainnya, seperti PAN, PBB, dan PPP pada 1999. Saat itu, PKS masih bernama Partai Keadilan (PK) dan koalisi poros tengah berhasil menjadikan KH Abdurrahman Wahid presiden pada 1999.
Baca Juga: PKS Pertimbangkan Usung Anies Baswedan pada Pilpres 2024
"Artinya koalisi PKB dengan PKS ini bukan hal baru, bahkan pernah mendudukkan orang sebagai presiden. Apakah 2024 bisa membangun koalisi dan menjadikan capres koalisi itu menang, sangat mungkin?," tutur Gus Jazil.
PKB dan PKS, menurutnya, memiliki banyak kesamaan, antara lain keduanya merupakan parpol yang lahir di era Reformasi dan sama-sama memiliki basis suara yang kuat di basis suara kelompok Islam. Dia pun yakin koalisi ‘semut merah’ ini bisa menang, karena meskipun kecil, tetapi menggigit.
"Menurut saya itu menarik. Mungkinkah bisa menang? Sangat mungkin. Dulu pernah menang," tutur Gus Jazil.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




