ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Megawati: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sri Lanka

Minggu, 17 Juli 2022 | 14:09 WIB
YP
FB
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FMB
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat membuka KKN Kebangsaan 2022 di Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu, 17 Juli 2022.
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat membuka KKN Kebangsaan 2022 di Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu, 17 Juli 2022. (Beritasatu.com/Yustinus Paat)

Selain itu, Megawati mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan bahan pangan utama selain beras. Potensi tersebut antara lain singkong, jagung, sorgum, umbi-umbian, pisang, porang, dan lainnya.

"Dua tahun yang lalu sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, saya telah memberikan instruksi, kepada seluruh jajaran ekskutif kami, yaitu yang disebut program menanam 10 tanaman pendamping beras, yaitu hanjali atau jali-jali, jagung, pisang, porang, sagu, singkong, sorgum, sukun, talas, ubi jalar," urainya.

Saat ini, kata Megawati, porsi konsumsi nasi oleh masyarakat mencapai 60%. Diprediksi, Indonesia memerlukan hampir 319 juta ton beras pada Tahun 2045. Menurut dia, angka tersebut sangat besar dan bisa jadi tantangan karena kendala seperti alih fungsi lahan pertanian, krisis iklim, kekeringan, gagal panen, hingga ketidakpastian pandemi Covid-19.

Apalagi, data produksi beras pada masa pandemi di tahun 2020 hanya mencapai 31,33 juta ton dan tahun 2021 sebanyak 31,69 juta ton. Karena itu, kata Megawati, untuk mengisi kekurangan tersebut, ide makanan pendamping beras menjadi penting.

ADVERTISEMENT

"Saya yakin, dengan kesadaran kita bersama, ditambah sosialisasi yang harus gencar, masif, akan pentingnya mengembangkan dan mengonsumsi bahan pangan selain beras sebagai bahan pangan pokok masyarakat Indonesia, ancaman krisis pangan itu sekiranya dapat kita minimalisir, atau tentu yang kita sangat berkeinginan tidak sampai terjadi," bebernya.

Lebih lanjut, Megawati mengatakan perlu kesadaran dan kerja gotong royong dalam mengembangkan food estate. Megawati mengajak agar semua elemen berkolaborasi mulai dari para pengambil kebijakan, masyarakat, dan termasuk mahasiswa-mahasiswi. "Generasi muda, untuk menjadikan pangan sebagai sumber daya strategis yang menentukan mati-hidupnya suatu bangsa," katanya.

Megawati mengapresiasi program KKN Kebangsaan sehingga mahasiswa berpengalaman langsung. Meskipun, Megawati mengaku hal tersebut belum cukup karena bagi Megawati mahasiswa dan pihak kampus harus mendorong dirinya terlibat dalam penguasaan Iptek, riset dan inovasi. "Itulah sebagai hulu kemandirian pangan. Tanpa itu, semua tidak akan terjadi," pungkas Megawati.

Untuk diketahui, kegiatan KKN Bersama diikuti mahasiswa dari 73 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia. Secara total ada 2331 mahasiswa terlibat, yang akan ditempatkan di 100 desa di seluruh wilayah di Kalteng.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jadwal Final Four Proliga Hari Ini: Megawati Dkk Hadapi Popsivo

Jadwal Final Four Proliga Hari Ini: Megawati Dkk Hadapi Popsivo

SPORT
Megawati Instruksikan Kader Banteng Bantu Bencana Sumatera

Megawati Instruksikan Kader Banteng Bantu Bencana Sumatera

NASIONAL
Kunjungi Hutan Wanagama, Megawati Kenang Lahirnya Pohon Jatimega

Kunjungi Hutan Wanagama, Megawati Kenang Lahirnya Pohon Jatimega

NUSANTARA
Bank Jatim ke Final Four Livoli, Megawati Akan Tampil di Magetan

Bank Jatim ke Final Four Livoli, Megawati Akan Tampil di Magetan

SPORT
Puan Pastikan Pertemuan Prabowo dan Megawati

Puan Pastikan Pertemuan Prabowo dan Megawati

NASIONAL
Soal Isu Kongres VI PDIP Agustus 2025, Petinggi Belum Terima Info

Soal Isu Kongres VI PDIP Agustus 2025, Petinggi Belum Terima Info

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon