Megawati: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sri Lanka
Minggu, 17 Juli 2022 | 14:09 WIB
Selain itu, Megawati mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan bahan pangan utama selain beras. Potensi tersebut antara lain singkong, jagung, sorgum, umbi-umbian, pisang, porang, dan lainnya.
"Dua tahun yang lalu sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, saya telah memberikan instruksi, kepada seluruh jajaran ekskutif kami, yaitu yang disebut program menanam 10 tanaman pendamping beras, yaitu hanjali atau jali-jali, jagung, pisang, porang, sagu, singkong, sorgum, sukun, talas, ubi jalar," urainya.
Saat ini, kata Megawati, porsi konsumsi nasi oleh masyarakat mencapai 60%. Diprediksi, Indonesia memerlukan hampir 319 juta ton beras pada Tahun 2045. Menurut dia, angka tersebut sangat besar dan bisa jadi tantangan karena kendala seperti alih fungsi lahan pertanian, krisis iklim, kekeringan, gagal panen, hingga ketidakpastian pandemi Covid-19.
Apalagi, data produksi beras pada masa pandemi di tahun 2020 hanya mencapai 31,33 juta ton dan tahun 2021 sebanyak 31,69 juta ton. Karena itu, kata Megawati, untuk mengisi kekurangan tersebut, ide makanan pendamping beras menjadi penting.
"Saya yakin, dengan kesadaran kita bersama, ditambah sosialisasi yang harus gencar, masif, akan pentingnya mengembangkan dan mengonsumsi bahan pangan selain beras sebagai bahan pangan pokok masyarakat Indonesia, ancaman krisis pangan itu sekiranya dapat kita minimalisir, atau tentu yang kita sangat berkeinginan tidak sampai terjadi," bebernya.
Lebih lanjut, Megawati mengatakan perlu kesadaran dan kerja gotong royong dalam mengembangkan food estate. Megawati mengajak agar semua elemen berkolaborasi mulai dari para pengambil kebijakan, masyarakat, dan termasuk mahasiswa-mahasiswi. "Generasi muda, untuk menjadikan pangan sebagai sumber daya strategis yang menentukan mati-hidupnya suatu bangsa," katanya.
Megawati mengapresiasi program KKN Kebangsaan sehingga mahasiswa berpengalaman langsung. Meskipun, Megawati mengaku hal tersebut belum cukup karena bagi Megawati mahasiswa dan pihak kampus harus mendorong dirinya terlibat dalam penguasaan Iptek, riset dan inovasi. "Itulah sebagai hulu kemandirian pangan. Tanpa itu, semua tidak akan terjadi," pungkas Megawati.
Untuk diketahui, kegiatan KKN Bersama diikuti mahasiswa dari 73 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia. Secara total ada 2331 mahasiswa terlibat, yang akan ditempatkan di 100 desa di seluruh wilayah di Kalteng.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




