Subvarian Omicron BA.2.75 Harus Jadi Perhatian Serius
Selasa, 19 Juli 2022 | 14:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengatakan, munculnya subvarian terbaru dari Covid-19 yakni subvarian Omicron BA.2.75 di Indonesia harus mendapat perhatian serius dari semua pihak.
"Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 belum mereda, kini muncul lagi varian baru yang berpotensi lebih menular, yakni BA.2.75. Kita memang tak perlu panik, tetapi fakta bahwa BA.2.75 sudah terdeteksi di Indonesia harus membuat kita lebih waspada dan berhati-hati," kata Rahmad dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Selasa (19/7/2022).
Rahmad menambahkan, varian BA.2.75 yang pertama kali terdeteksi di India pada Mei 2022, penularannya lebih cepat dari varian BA$.4 dan BA.5 yang juga sangat menular. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengategorikan subvarian ini sebagai Variant of Concern (VoC) Lineage Under Monitoring (LUM). Artinya, varian ini tengah diawasi secara ketat oleh WHO.
Menurut Rahmad, meskipun subvarian BA.2.75, serta BA.4 dan BA.5 belum membebani rumah sakit maupun lebih berisiko dibandingkan varian Delta dari data yang ada. Akan tetapi, bisa berkaca dari kasus yang terjadi di beberapa negara, misalnya Amerika Serikat (AS), di mana kasus Covid-19 di AS saat ini 80% didominasi varian BA.2.75.
"Nah fakta ini harus membuat kita semakin waspada sebab Covid-19 masih ada dan kita belum tahu kapan berakhir," ujarnya.
Dikatakan Rahmad, secara global penularan Covid-19 masih sangat dinamis. Bahkan, kasus Covid-19 di beberapa negara ada yang melampaui 100.000 kasus per hari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




