SMRC: Suara PDIP dan Demokrat Stabil, Nasdem Justru Naik
Kamis, 1 September 2022 | 15:42 WIB
Dalam kondisi ini, kata dia, jika PDIP berhasil merebut dan menampung perpindahan pemilih dari partai lain, partai berlambang banteng dengan moncong putih ini memiliki potensi untuk mengalami kenaikan suara.
"Alasannya adalah karena yang menyatakan akan pindah ke partai yang lain sangat tidak signifikan. Sementara yang menyatakan tidak tahu atau tidak jawab juga relatif normal atau tidak terlalu besar dibanding dengan partai-partai lain, sekitar 16,7%," papar Saiful Mujani.
Partai kedua yang memilih pemilih yang relatif solid adalah Partai Demokrat. Ada 73,6% pemilih Demokrat 2019 yang menyatakan akan kembali memilih Demokrat.
Selebihnya, pemilih Demokrat yang menyatakan akan memilih PDIP dalam Pemilu 2024 nanti ada sebanyak 5,7%. Kemudian yang beralih ke Gerindra 5,4%; PAN 2,3%; PKB 1%, Golkar 1%, Nasdem 1%, dan PKS 1%. Namun tidak ada pemilih Demokrat yang akan mengalihkan suaranya ke PPP.
"Pemilih yang belum menentukan pilihan cukup kecil, 7,7%. Sementara yang akan mengancam adalah PDIP dan Gerindra (5,7% dan 5,4%)," kata Saiful Mujani.
Saiful menyebut PDIP dan Gerindra sebenarnya satu warna dengan Demokrat. Dalam kasus Pemilu 1999, PDIP mendapatkan suara 34% sementara Partai Demokrat belum ada. Pada 2004, ketika Partai Demokrat muncul dan mendapatkan suara 7%, sementara PDIP mengalami penurunan suara yang cukup tajam menjadi sekitar 18%. Artinya ada irisan antara pemilih PDIP dan Demokrat.
Selain itu, keluarga tokoh utama kedua partai juga berasal dari wilayah yang sama, Jawa Timur. SBY orang Pacitan dan keluarga Soekarno berasal dari Blitar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




