ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Effendi Simbolon dan Keluarga Dapat Ancaman

Jumat, 16 September 2022 | 13:28 WIB
YP
CP
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: PAAT
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto bersama Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon saat memberikan keterangan pers klarifikasinya terkait pernyataan yang menyebut TNI Angkatan Darat (AD) di gedung Parlemen, Jakarta, Rabu, 14 September 2022.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto bersama Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon saat memberikan keterangan pers klarifikasinya terkait pernyataan yang menyebut TNI Angkatan Darat (AD) di gedung Parlemen, Jakarta, Rabu, 14 September 2022. (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon mengungkap adanya ancaman yang diterimanya dan keluarga. Ancaman itu muncul usai ia melontarkan pernyataan TNI seperti gerombolan dalam rapat kerja di gedung DPR, Jakarta, pada 5 September 2022.

"Ancaman nyawa. Semua (keluarga juga) ada di handphone saya," ujar Effendi Simbolon, Jumat (16/9/2022).

Effendi mengatakan alamat rumahnya juga sudah tersebar. Nomor telepon genggamnya pun, bahkan berdering seharian. Ia mengaku sudah melakukan profiling terhadap pihak-pihak yang mengancamnya. Pada waktunya, ia akan membukanya ke publik.

"Ya mungkin, teman-teman lihat sendirilah, viral-viral, alamat rumah saya dikasih, kemudian handphone saya 24 jam enggak berhenti berdering," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Effendi Simbolon juga menyayangkan adanya intimidasi. Menurutnya, sudah tidak zamannya lagi menggunakan cara-cara intimidasi seperti itu.

"Saya kira enggak zamannya lagi ya. Hanya seorang Effendi Simbolon kemudian dikepung dengan begitu hebatnya ya," ujarnya.

Effendi Simbolon menegaskan tidak ada masalah pribadi dengan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Saat rapat pada 5 September 2022, ia hanya bertanya alasan keduanya memiliki hubungan yang tidak harmonis.

Effendi juga memastikan tidak mengibaratkan TNI sebagai gerombolan. Dia menyebutkan TNI seperti gerombolan jika tidak ada kepatuhan kepada pimpinan TNI.

"Kenapa jadi saya yang disasar? Kalau antara dia (Jenderal Dudung) sama saya saja apa pengaruhnya sama TNI? Wong saya ini nothing kok. Ngapain sampai harus dimobilisasi ngepung saya begitu, barbar sekali," kata Effendi Simbolon.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon