Panglima Andika Perkasa Dinilai Mampu Cegah Polarisasi
Sabtu, 24 September 2022 | 14:05 WIB
Bukan hanya itu, Indonesia dihadapkan dengan persoalan residu hasil pilpres 2014 dan 2019 yang membuat masyarakat terbelah sehingga mudah ditunggangi oleh kelompok-kelompok yang sengaja ingin mengganti ideologi bangsa Indonesia.
"Apalagi Indonesia lagi diserang penyakit akut yang terus menggerogoti badan bumi Pertiwi. Penyakit itu makin melebar setelah terjadi polarisasi dari 2014 - sampai sekarang," jelasnya.
"Ancaman yang paling berbahaya adalah bubarnya suatu negara. Isu radikal, pergantian ideologi Pancasila, kemerdekaan diri(keluar) dari Indonesia. Penyakit (akut) itu makin hari semakin menganga dan membesar," imbuh Amsori.
Oleh karena itu, Doktor Ilmu Politik dari Universitas Nasional (Unas) itu mengatakan dari beberapa problem yang ada tersebut Indonesia membutuhkan sosok seperti Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang akan mulai memasuki masa pensiun pada Desember 2022 mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




