ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Presiden Jokowi Hentikan Impor Aspal Mulai 2024

Selasa, 27 September 2022 | 16:46 WIB
NL
JM
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: JEM
Presiden Joko Widodo (kedua kanan), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (ketiga kanan), Pj Bupati Buton Basiran (keempat kanan), Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia (ketiga kiri) dan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi (kedua kiri) meninjau pabrik Aspal Buton di Kecamatan Lawele, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Selasa, 27 September 2022.
Presiden Joko Widodo (kedua kanan), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (ketiga kanan), Pj Bupati Buton Basiran (keempat kanan), Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia (ketiga kiri) dan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi (kedua kiri) meninjau pabrik Aspal Buton di Kecamatan Lawele, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Selasa, 27 September 2022. (Antara)

Buton, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan nada kesal menegaskan bahwa mulai tahun 2024 pemerintah akan menghentikan impor aspal dari sejumlah negara di dunia. Produksi aspal akan difokuskan di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara dengan memberdayakan potensi yang dimiliki dan pabrik aspal PT Wika Bitumen, anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

"Tadi sudah kita putuskan, dua tahun lagi tidak ada impor aspal. Semuanya harus dikerjakan oleh Buton. Silakan, BUMN silakan, swasta silahkan, join dengan asing juga silakan," kata Presiden Jokowi saat melakukan peninjauan di pabrik aspal PT Wika Bitumen yang berlokasi di Kabupaten Buton, pada Selasa (27/9/2022).

Kepala Negara mengaku prihatin sebab potensi aspal dan tambang aspal yang dimiliki Pulau Buton sangat besar, tetapi ironisnya setiap tahun negeri ini mengimpor hingga 5 juta ton.

"Di sini produksi malah tidak dijalankan, ini juga impor terus. Oleh sebab itu, berbicara dengan menteri hari ini, kita lihat lapangan, sudah lewat kajian dan kita harapkan ada industrial down streaming di sini, ada hilirisasi di sini. Pabrik-pabrik industri semuanya berjalan, tidak hanya mengambil raw materialnya saja sehingga tidak ada nilai tambah. Enggak. Setop," tegas Presiden Jokowi.

ADVERTISEMENT

Kepala Negara menyatakan, pemerintah menginginkan adanya nilai tambah dari aspal yang ada di Buton. Sebab, ada potensi 662 juta ton di Buton.

"Gede sekali, sehingga kalau setahun impor 5 juta ton, itu kita kira-kira masih 120 tahun bisa kita olah aspal yang ada di sini. Nilai tambah ada di sini, pajak ada di sini, royalti ada di sini, dividen ada di sini, dan pajak karyawan semuanya ada di sini," kata Kepala Negara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kenaikan Harga Aspal 20 Persen Bikin Pusing Kontraktor

Kenaikan Harga Aspal 20 Persen Bikin Pusing Kontraktor

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon