ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ini Aturan Aman dan Benar Konsumsi Obat Parasetamol

Kamis, 13 Oktober 2022 | 21:07 WIB
MB
YD
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: YUD
Guru Besar Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Zullies Ikawati.
Guru Besar Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Zullies Ikawati. (dok pribadi)

Jakarta, Beritasatu.com - Obat mengandung zat parasetamol dapat ditemukan dari berbagai macam merek obat penurun panas seperti Panadol, Sanmol, dan lainnya. Ada cara aman dan tepat mengonsumsi parasetamol agar tidak menimbulkan efek samping bagi penggunanya.

Guru Besar Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Zullies Ikawati memastikan seluruh obat mengandung parasetamol yang mendapat izin edar di Indonesia dipastikan aman. Namun, akan berdampak negatif jika overdosis dikonsumsi

"Obat parasetamol beredar di Indonesia aman-aman saja, dan penggunaannya cuma sebentar. Sejauh ini parasetamol yang ada di Indonesia bisa digunakan sesuai dengan aturan saja," kata Zullies Ikawati saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (13/10/2022).

Adapun aturan aman konsumsi parasetamol, yakni parasetamol tidak boleh lebih dikonsumsi lebih dari 4 gram dalam sehari atau tidak boleh lebih dari delapan butir tablet.

ADVERTISEMENT

"Jadi 4 gram itu kalau satu tabel 500 mili gram, maka bisa konsumsi maksimal 8 tablet. Kalau masih kurang dari itu masih relatif aman," terang Zullies Ikawati.

Zullies Ikawati juga menambahkan, mengkonsumsi obat parasetamol tiga kali sehari masih aman dan lazim. Dikatakan Zullies Ikawati, konsumsi obat parasetamol yang berlebihan akan berdampak pada penyakit liver atau gangguan hati. Untuk itu, ia menuturkan, gagal ginjal akut misterius tidak disebabkan oleh obat parasetamol.

Kendati demikian, Zullies Ikawati mengimbau masyarakat untuk tidak perlu panik mengkonsumsi obat parasetamol, karena obat mengandung parasetamol beredar di Indonesia aman, selama dikonsumsi sesuai aturan dan tidak overdosis.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan empat produk obat batuk sirup mengandung parasetamol yang diduga memicu kematian puluhan anak di Gambia, Afrika Barat, tidak terdaftar di Indonesia.

"Terhadap keempat produk yang diberitakan di Gambia, BPOM telah melakukan penelusuran data dan diketahui bahwa keempat produk tersebut tidak terdaftar di Indonesia," demikian keterangan resmi BPOM yang dikonfirmasi melalui humas BPOM RI di Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Melalui keterangan tersebut, BPOM terus melakukan pengawasan secara komprehensif premarket dan post market dari peredaran produk tersebut di Indonesia.

"BPOM terus melakukan pengawasan rutin terhadap produk obat yang beredar," katanya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

WHO Bantah Klaim Trump Soal Hubungan Obat Parasetamol dan Autisme

WHO Bantah Klaim Trump Soal Hubungan Obat Parasetamol dan Autisme

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon