ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Acay Mengaku Disuruh Ferdy Sambo Angkat Jenazah Brigadir J

Kamis, 27 Oktober 2022 | 09:15 WIB
MR
BW
Penulis: Muhammad Aulia Rahman | Editor: BW
Persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 25 Oktober 2022.
Persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 25 Oktober 2022. (Beritasatu.com/Muhamad Aulia)

Jakarta, Beritasatu.com - AKBP Ari Cahya Nugraha alias Acay menjadi saksi pada persidangan kasus obstruction of justice atau penghalangan penyidikan dalam pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Hutabarat atau Brigadir J. Saat menyampaikan kesaksiannya, Acay menuturkan soal instruksi eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo yang menghubunginya seusai Brigadir J ditembak.

Acay menerangkan, mulanya Sambo menghubunginya agar menyambangi rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan. Dia dihubungi Sambo sekitar pukul 17.30 WIB.

"Dengan kalimat 'Cay (Ari Cahya Nugraha) ke rumah saya sekarang', saya sampaikan 'siap jenderal', telepon ditutup oleh beliau (Sambo)," ujar Ari ketika bersaksi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022).

Acay lalu bergegas menuju rumah dinas Sambo menggunakan sepeda motor. Dia sempat menyambangi kediaman Sambo di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Hanya saja, karena kediaman tersebut kosong, Acay bergegas menuju Kompleks Polri.

ADVERTISEMENT

Pada sekitar pukul 18.30 WIB Acay tiba di lokasi. Ketika itu, dia menyaksikan Ferdy Sambo tengah merokok serta menampakkan wajah marah. Dia pun tidak punya keberanian untuk berbicara dengan Sambo di waktu tersebut.

"Rokok dimatikan saya baru berani mendekati beliau untuk melaporkan 'mohon izin jenderal, jenderal mohon perintah jenderal', beliau hanya mengajak ikut masuk," tutur Acay.

Acay kemudian menyaksikan jenazah Brigadir J yang tergeletak di titik dekat tangga rumah ketika memasuki rumah dinas. Ferdy Sambo mengeklaim ketika itu, Brigadir J tewas akibat baku tembak dengan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E ketika itu. Baku tembak terjadi karena adanya upaya pelecehan oleh Brigadir J ke istri Sambo, Putri Candrawathi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon