ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kasus Covid-19 Meningkat, Australia Tak Rekomendasikan Dosis Vaksin Kelima

Selasa, 15 November 2022 | 12:50 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Ilustrasi vaksin Covid-19.
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Antara)

Sydney, Beritasatu.com – Meski kasus Covid-19 meningkat, namun otoritas kesehatan Australia tak merekomendasikan suntikan dosis vaksin kelima atau booster ketiga.

Diketahui, rata-rata kasus harian 47 persen lebih tinggi minggu lalu dibandingkan minggu sebelumnya, kata Menteri Kesehatan Mark Butler pada konferensi pers pada Selasa (15/11/2022). Menurutnya, kasus baru ini tetap 85 persen di bawah pada kasus puncak sebelumnya, akhir Juli lalu.

Butler mengatakan Australian Technical Advisory Group on Immunizations (ATAGI) telah merekomendasikan untuk menolak dosis vaksin kelima, atau booster ketiga, setelah bukti dari gelombang kasus Covid-19 di Singapura baru-baru ini menunjukkan, gejala penyakit parah dan kematian jarang terjadi di antara yang sudah divaksinasi sebelumnya.

"ATAGI telah mempertimbangkan bukti internasional serta data lokal seputar jumlah vaksinasi, serta jumlah kasus pandemi dan memutuskan untuk tidak merekomendasikan dosis kelima," kata Butler.

ADVERTISEMENT

"Mereka mencatat bahwa penyakit parah dan kematian selama gelombang itu di Singapura sangat jarang terjadi pada orang yang telah memiliki setidaknya dua dosis vaksin Covid-19."

Rekomendasi booster baru akan dibuat awal tahun depan menjelang musim dingin di belahan bumi selatan.

Butler mendesak mereka yang belum mendapatkan jumlah suntikan yang disarankan, diminta untuk melakukannya, dengan 5,5 juta orang Australia, kira-kira seperlima dari populasi, belum menerima dosis ketiga meskipun memenuhi syarat.

Butler juga menerima rekomendasi ATAGI agar vaksin khusus Omicron dari Pfizer disetujui sebagai dosis penguat untuk orang dewasa; 4,7 juta dosis akan tiba menjelang peluncuran yang akan dimulai pada 12 Desember.

Vaksin perusahaan untuk anak-anak berusia enam bulan hingga lima tahun juga akan disetujui untuk digunakan pada sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon