Ditolak Rumah Sakit 36 Kali, Pria Jepang Akhirnya Meninggal
Selasa, 5 Maret 2013 | 14:50 WIB
Sebanyak 25 rumah sakit di wilayah itu mengatakan mereka kekurangan dokter dan ruangan.
Tokyo - Seorang pria Jepang berumur 75 tahun akhirnya meninggal dunia setelah 25 rumah sakit menolaknya masuk ruang unit gawat darurat (UGD) selama 36 kali dalam dua jam.
Penolakan itu dilakukan dengan alasan bahwa puluhan rumah sakit itu kamarnya sudah terisi penuh dan tidak ada dokter yang bisa menanganinya.
Pria lanjut usia itu, yang tinggal sendiri di wilayah utara kota Tokyo, memanggil mobil ambulans setelah mengalami masalah pernafasan di rumahnya pada bulan Januari lalu.
Tim paramedis langsung datang ke rumahnya namun 25 rumah sakit di wilayah itu yang dihubungi tim paramedis mengatakan tidak bisa menerima pria tersebut karena mereka kekurangan dokter dan ruangan.
Ambulans itu kemudian pergi ke rumah sakit di Ibaraki yang jaraknya ditempuh selama 25 menit, namun pria itu sudah dinyatakan meninggal setelah tiba di rumah sakit tersebut. Namun, penyebab meninggalnya pria itu belum dipublikasikan ke publik.
Salah satu petugas paramedis mengatakan pada Jiji Press bahwa mereka belum pernah mengalami "pasien yang ditolak begitu banyak".
Pejabat pemerintah kota Kuki, wilayah pria itu tinggal, meminta pihak rumah sakit untuk meningkatkan kapasitas ruangan UGD mereka.
Layanan kesehatan di Jepang sebagian besar disubsidi pemerintah dan secara umum menggunakan standar global yang tinggi.
Namun, para pengamat memperingatkan bahwa dengan populasi di Jepang di mana kebanyakan orang hidup lebih lama dan hanya sedikit anak muda yang masuk usia kerja, para pekerja kesehatan akan semakin kewalahan dengan membludaknya pasien dalam beberapa dasawarsa ke depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




