Bandung gempa, 103 rumah rusak

Senin, 29 Agustus 2011 | 15:43 WIB
A
B
Penulis: Angelina | Editor: B1

"...73 rumah rusak ringan, 30 rumah rusak berat dan 6 rusak parah.."

Sebanyak 103 rumah warga di dua desa di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, rusak akibat gempa bumi, sehingga warga tidak berani kembali masuk ke rumah, kata Kasie Trantib Kecamatan Cisarua, Cucu Karyana, hari ini.

Dia mengatakan, berdasarkan data sementara, di dua Desa yakni Desa Jambudipa dan Pasirhalang Kecamatan Cisarua ada 103 rumah rusak dengan berbagai kategori akibat gempa yang terjadi pada kemarin.

"Untuk rumah yang rusak dengan kategori ringan ada 73 rumah dan 30 rumah rusak sedang dan enam rusak parah. Untuk yang rusak parah, kami minta mereka untuk sementara tinggal di masjid dan rumah warga yang dirasakan aman," ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan, petugas Palang Merah Indonesia (PMI) KBB baru sampai lokasi untuk mendirikan tenda darurat dan menyerahkan bantuan berupa makanan dan selimut.

Gempa itu terjadi pada Minggu (28/8) pukul 16.00 WIB disaat warga tengah menjalankan berbagai aktivitasnya.

"Rumah milik saya salah satunya yang mengalami rusak parah. Dan rumah milik saya sama sekali sudah tidak bisa ditinggali lagi. Karena temboknya, 90 persen sudah retak dan atap sebagian pun roboh," ujar Imas warga Kampung Mulir, kepada wartawan, hari ini.

Dikatakannya, pada saat kejadian anak bungsunya menjadi korban. Kepalanya tertimpa lemari dinding dapur, beruntung tidak mengalami luka parah. Pada saat gempa itu terjadi, anaknya tengah bermain di dapur sambil menemani ibunya. Sedangkan gempa sendiri berlangsung sangat cepat dalam waktu dua detik saja.

"Saat gempa, lantai rumah itu bergoyang seperti sedang tersapu ombak besar. Kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi disini. Sebelumnya, saat ada Tsunami kami disini sempat merasakannya. Setelah itu, tidak ada lagi kejadian seperti ini," ujarnya.

Hal yang sama dialami Ratnasari. Rumah miliknya hanya menyisakan beberapa meter tebok saja. Sedangkan atap dan tembok rumah lainnya sudah rata dengan tanah. Oleh karenanya, dirinya berharap kepada pemerintah setempat bisa membantu mereka untuk bisa mendirikan kembali rumah mereka yang hancur oleh kekuatan alam tersebut.

"Kami ini rakyat kecil darimana kami punya uang banyak untuk bisa membangun kembali rumah. Hanya pemerintah yang menjadi andalan kami untuk meminta bantuan," ujarnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon