Cuaca Ekstrem, Harga Cabai di Mataram Tembus Rp 100.000 Per Kg

Selasa, 3 Januari 2023 | 12:03 WIB
MA
FS
Penulis: Muhammad Awaludin | Editor: FFS
Harga cabai di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) naik cukup tinggi akibat cuaca ekstrem.
Harga cabai di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) naik cukup tinggi akibat cuaca ekstrem. (Beritasatu.com/ Muhammad Awaludin/Muhammad Awaludin)

Mataram, Beritasatu.com – Harga cabai di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) naik cukup tinggi hingga tembus Rp 100.000 per kilogram (kg). Melonjaknya harga cabai di Mataram dipicu minimnya pasokan dari Pulau Jawa akibat cuaca ekstrem.

Tak hanya cabai, harga bawang merah juga melonjak cukup tinggi. 

Di Pasar Kebon Roek Kecamatan Ampenan Kota Mataram misalnya, harga cabai dan bawang lokal dijual bervariasi mulai dari harga Rp 85.000 per kg hingga Rp 100.000 kg. Padahal, harga cabai sebelumnya berkisar Rp 40.000 per kg.

"Harga cabai sekarang Rp 100.000, semula Rp 40.000 per kilogram, dan kenaikan sudah terjadi pada awal Januari lalu," ungkap Saenah, seorang pedagang Pasar Kebon Roek.

Lebih lanjut Saenah menjelaskan, untuk cabai kering yang semula sekitar Rp 25.000 per kg kini naik menjadi Rp 40.000 per kg. Sementara, cabai merah besar yang semula Rp 25.000 per kg naik menjadi Rp 40.000 per kg, sedangkan untuk harga bawang merah naik menjadi Rp 45.000 dari sebelumnya Rp 25.000 per kg hingga Rp 30.000 per kg.

"Yang naik cabai keriting, cabai merah besar dan bawang merah sedangkan bawang putih naik cuma sedikit," jelasnya.

Selain Seanah, kenaikan harga cabai juga diungkapkan oleh pedagang lainnya, Hamdan. Dikatakan, kenaikan harga terjadi pada cabai lokal dikarenakan tidak adanya stok dari Pulau Jawa.

"Ya ini cabai lokal, kalau cabai Jawa sampai hari ini tidak ada stok, dan saya jual Rp 80.000 per kg," ucapnya

Selain itu, penyebab kenaikan harga cabai menurut pedagang disebabkan banyaknya permintaan dari masyarakat saat perayaan Tahun Baru 2023. Akibatnya, stok di petani berkurang.

"Kita sama-sama memakai, baik di Lombok maupun di Pulau Jawa, sehingga stok di sini berkurang," tegasnya.

Seorang warga bernama Ismail mengeluhkan dengan tingginya harga cabai ini. Ismail yang merupakan seorang pedagang nasi bungkus khawatir kehilangan para pelanggannya.

"Ya kita harus pintar-pintar menyiasati kenaikan harga cabai ini. Keuntungan kita semakin tertekan dikarenakan tak sebanding dengan pemasukan dan pengeluaran," ucapnya

Untuk itu, Ismail berharap kepada pemerintah daerah melakukan operasi pasar untuk menekan kenaikan harga cabai dan kebutuhan lainnya.

"Setidaknya pemerintah baik gubernur dan wali kota melakukan operasi pasar, untuk menekan kenaikan harga cabai ini," harapnya. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon