Wadah Anak Muda di Papua Budi Daya Nila Sistem Bioflok
Minggu, 15 Januari 2023 | 17:09 WIB
Jayapura, Beritasatu.com - Wadah anak muda binaan Badan Intelijen Negara (BIN), Papua Muda Inspiratif (PMI) menjalankan beberapa program pemberdayaan masyarakat, di antaranya budi daya ikan nila dengan sistem bioflok.
Salah satu kelompok yang membudidayakan ikan nila dengan sistem ini berada di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Jayapura, Papua. Kelompok yang beranggotakan 20 orang ini diketuai oleh Franspouw.
Franspouw mengaku, dengan pendampingan yang dilakukan PMI, perkembangan budi daya di kelompoknya berkembang sangat baik.
PMI sendiri merupakan wadah anak muda binaan BIN untuk menjadi motor kesejahteraan masyarakat Papua. PMI membantu kelompok-kelompok pembudi daya ikan ini untuk bisa mengakses bantuan dari KKP.
"Kami berterima kasih kepada BIN, KKP, dan PMI yang telah bersama-sama dengan kelompok kami untuk budi daya ikan nila dengan sistem bioflok," kata Franspouw, Sabtu (14/1/2023).
Franspouw menyampaikan hal itu saat menyambut kunjungan Deputi IV Bidang Intelijen Ekonomi BIN, Made Kartikajaya yang juga Pembina PMI ke lokasi budidaya mereka di Kampung Nolokla.
Menurut Franspouw, kelompoknya berhasil menebar 20.000 benih ikan di delapan kolam bioflok. Ikan itu bisa dipanen setelah dipelihara sekitar lima bulan. Hasil panen bisa dijual dan juga dikonsumsi keluarga. Setiap lima bulan kelompoknya bisa menghasilkan keuntungan yang lumayan besar jika tak ada kendala dalam proses produksi.
"Keuntungan bisa ratusan juta ya, kalau proses produksi sesuai. Saya sudah kalkulasi, satu anggota itu bisa menerima kurang lebih Rp 25 juta setiap lima bulan," ungkapnya.
"Ikan itu dipelihara oleh sekitar 20 orang dari kaum muda hingga tua yang dulunya belum bekerja. Program itu disambut antusias oleh warga," dia menambahkan.
Masyarakat yang direkrut, ujar Franspouw, sangat senang sekali ada budi daya nila sistem bioflok ini karena selama ini mereka menganggur.
Sekretaris PMI Provinsi Papua, Vitha Faidiban berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga bisa dikembangkan ke masyarakat lainnya.
"Budi daya ini sangat potensial dan sangat menjanjikan. Ke depannya kami ingin melakukan program menaruh satu kolam di setiap rumah. Ini akan sangat membantu perekonomian masyarakat," imbuh Vitha Faidiban.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




