Jelang Imlek, Warga Tiongkok Padati Stasiun Kereta dan Bandara

Senin, 16 Januari 2023 | 15:42 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Penumpang menunggu di stasiun kereta api di Beijing pada 12 Januari 2023, saat migrasi tahunan (mudik) dimulai dengan warga Tiongkok kembali ke kampung halaman mereka untuk perayaan Tahun Baru Imlek.
Penumpang menunggu di stasiun kereta api di Beijing pada 12 Januari 2023, saat migrasi tahunan (mudik) dimulai dengan warga Tiongkok kembali ke kampung halaman mereka untuk perayaan Tahun Baru Imlek. (AFP)

Beijing, Beritasatu.com – Kepadatan penumpang mulai terlihat di stasiun kereta api dan bandara di kota-kota besar Tiongkok pada Senin (16/1/2023) saat warga Tiongkok mulai mudik, kembali ke kampung halamannya menjelang Tahun Baru Imlek 2023.

Stasiun kereta api utama Beijing telah dipadati penumpang warga Tiongkok yang meninggalkan ibu kota dalam beberapa hari terakhir, menurut saksi Reuters.

Di kota terpadat di Tiongkok, Shanghai, kereta malam tambahan telah disiapkan untuk memenuhi permintaan para pelancong yang menuju Provinsi Anhui timur, lapor kantor berita resmi Tiongkok Xinhua.

Sementara itu, kedatangan harian di pusat perjudian Makau melebihi 55.000 pada Sabtu, kedatangan harian tertinggi sejak pandemi dimulai.

Di Hong Kong, pemerintah mengatakan akan meningkatkan jumlah orang yang dapat melewati titik kontrol perbatasan darat yang ditunjuk ke daratan menjadi 65.000 orang per hari dari 50.000 antara 18 Januari dan 21 Januari.

Kementerian transportasi Tiongkok mengatakan, pihaknya mengharapkan lebih dari 2 miliar perjalanan dalam minggu-minggu sekitar liburan.

Para ahli kesehatan mengkhawatirkan, kondisi ini dapat meningkatkan wabah Covid-19 yang telah merenggut ribuan nyawa.

Kondisi ini terjadi setelah terjadi setelah kebijakan nol-Covid pada awal Desember, dan seolah membiarkan virus Covid-19 menyebar dengan bebas melalui 1,4 miliar populasinya.

Pihak berwenang pada hari Sabtu mengatakan sekitar 60.000 orang dengan Covid-19 telah meninggal di rumah sakit antara 8 Desember dan 12 Januari, peningkatan besar dari angka sebelumnya yang telah dikritik oleh Organisasi Kesehatan Dunia karena tidak mencerminkan skala dan tingkat keparahan wabah tersebut.

Bahkan angka-angka itu kemungkinan besar mengecualikan banyak orang yang meninggal di rumah, terutama di daerah pedesaan dengan sistem medis yang lebih lemah, kata seorang pakar kesehatan. Beberapa ahli memperkirakan lebih dari satu juta orang di Tiongkok akan meninggal akibat penyakit tersebut tahun ini.

Menjelang liburan Tahun Baru Imlek, juga dikenal sebagai Festival Musim Semi, yang secara resmi dimulai pada 21 Januari, media pemerintah dipenuhi dengan cerita tentang rumah sakit dan klinik pedesaan yang mendukung pasokan obat dan peralatan mereka.

"Puncak infeksi Covid-19 di desa kami telah berlalu, tetapi Festival Musim Semi sudah dekat dan masih ada warga desa yang tertinggal, terutama orang tua, yang berisiko terkena infeksi sekunder," kata seorang dokter di provinsi Shaanxi dalam sebuah artikel oleh outlet berita regional Red Star News.

"Kalau anti virus dan obat lain lebih banyak, saya akan lebih percaya diri," tambah dokter tersebut.

Selain obat demam dan persediaan oksigen, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengatakan akan melengkapi setiap klinik desa dengan oksimeter denyut, alat ujung jari yang biasa digunakan selama pandemi untuk memeriksa kadar oksigen dengan cepat.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon