Bentrok Buruh PT GNI Imbas Buruknya Tata Kelola Ketenagakerjaan

Rabu, 18 Januari 2023 | 21:59 WIB
YP
FH
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FER
PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah telah kembali memulai kegiatan operasional Selasa 17 Januari 2023.
PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah telah kembali memulai kegiatan operasional Selasa 17 Januari 2023. (Beritasatu.com/Adi Pranata)

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan bentrokan buruh smelter di Morowali yang berujung kematian dua pegawai PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) bukanlah salah investasi yang dilakukan oleh pemerintah.

Apalagi dihembuskan isu bahwa bentrokan buruh PT GNI tersebut lantaran ambisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mengembangkan investasi asing.

Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bidang ekonomi Andre Vincent Wenas, menilai isu yang dihembuskan dan menjadi berita di salah satu media nasional, menyesatkan. Pasalnya, isu bentrokan buruh PT GNI tersebut sangat insinuatif dan tanpa dasar.

"Ini tentu menyesatkan dan merusak nama baik presiden. Harus diluruskan, tidak bisa dibiarkan," ujar Andre kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/1/2023).

Andre mengakui, Presiden Jokowi mengundang banyak pengusaha lokal maupun asing untuk berinvestasi di Indonesia dalam rangka hilirisasi industri. Menurut Andre, langkah Jokowi tersebut baik untuk kesejahteraan masyarakat.

"Untuk itu setiap penanam modal perlu mengelola aspek ketenagakerjaannya dengan sebaik-baiknya, agar bisa menyejahterakan karyawan serta memberi keuntungan yang wajar bagi investornya," tandas Andre.

Kejadian bentrokan antara sesama buruh smelter PT GNI di Morowali Utara itu memakan korban jiwa dua orang. Andre menyayangkan pemberitaan yang menyebutkan Indonesia lagi haus investasi sehingga mengakibatkan konflik kelas antar buruh.

"Harus dipisahkan antara isu investasi dan problem ketenagakerjaan di internal perusahan masing-masing. Itu kan dua persoalan yang berbeda. Kita perlu investor, namun kita juga perlu mengatur aspek ketenaga kerjaan dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, dua hal ini harus berjalan beriringan secara harmonis," pungkas Andre.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon