Mahasiswi Cianjur Tewas Ditabrak, BEM FH Unsur Tuntut Polisi Tangkap Pelaku
Jumat, 27 Januari 2023 | 17:55 WIB
Cianjur, Beritasatu.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Suryakencana (BEM FH Unsur) Cianjur menuntut polisi mengusut tuntas dan menangkap pelaku tabrak lari yang menewaskan mahasiswi Cianjur, Selvi Amalia Nuraeni
Tuntutan itu disampaikan saat puluhan mahasiswa Unsur Cianjur menggelar aksi tabur bunga di lokasi tabrak lari yang menewaskan Selvi Amalia Nuraeni, di Jalan Raya Bandung, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jumat (27/1/2023). Diketahui, Selvi Amalia tewas diduga terlindas mobil bersamaan dengan kedatangan iring-iringan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang menuju TKP pembunuhan berantai Wowon Cs di Kecamatan Ciranjang.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa lebih dulu melakukan longmarch menuju ke lokasi kecelakaan dengan membawa bunga dan pakaian serba hitam sebagai simbol duka atas tewasnya Selvi yang menjadi korban tabrak lari.
Puluhan mahasiswa tersebut berkumpul tepat di sisi jalan untuk melakukan orasi. Selanjutnya, satu per satu mahasiswa secara bergantian meletakkan bunga sebagai simbol duka dan tuntutan pengusutan kasus tewasnya Selvi secara terbuka dan transparan.
"Aksi ini kami lakukan sebagai simbol duka cita mendalam dan berkabung selaku mahasiswa dan rekan Selvi," ujar Ketua BEM fakultas Hukum Unsur, Attansya Rafly Risaedi.
BACA JUGA
Viral Mahasiswi Ditabrak Rombongan Polda Metro, Kapolres Cianjur: Mobil Mewah Liar yang Tabrak
Refly menyebut, karangan bunga itu bukan saja datang dari teman-teman mahasiswa saja. Karangan bunga juga berasal dari masyarakat Cianjur yang berempati atas kasus tewasnya Selvi.
Menurut Refly, hasil gelar perkara atau ekspos yang disampaikan Polres Cianjur dalam kasus ini tabrak lari yang menewaskan Selvi sama sekali belum menemui titik terang.
"Siapa pelakunya, di mana mobilnya, dan bagaimana kronologi aslinya itu belum terungkap sama sekali," tekan dia.
Ditegaskan, pihaknya masih belum puas dengan apa yang sudah disampaikan Polres Cianjur.
"Kita baru akan puas kalau pelaku tabrak lari yang sebenarnya ditemukan dan dihadapkan kepada keluarga korban," tegasnya.
Selain itu, mereka juga menuntut polisi membuka, mengungkap dan mengusut kasus tabrak lari yang menewaskan Selvi secara terbuka dan transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.
"Harus lengkap dan diungkap sebenar-benarnya," sambungya.
Refly juga menyampaikan, pihaknya masih belum bisa menerima hasil penyelidikan yang dilakukan polisi karena menilai masih ada kejanggalan.
"Kita dari BEM sudah bikin tim investigasi bersama keluarga dan kuasa hukum dari pihak keluarga," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




